MALANG lintasjatimnews – Semangat perjuangan dan kaderisasi ditunjukkan Qobilah Hizbul Wathan (HW) Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran dalam mengikuti Kemah Santri Muhammadiyah Nasional 2 yang berlangsung di Coban Rondo, Malang, (21-24/9/2026)
Kegiatan nasional tersebut menjadi momentum bagi para santri untuk mengasah kemandirian, kedisiplinan, kekompakan, sekaligus memperkuat jiwa kepanduan dan kader Muhammadiyah.
Pembina HW Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, Ma’ruf Mu’thi, menyampaikan bahwa keikutsertaan Qobilah dalam Kemah Santri Muhammadiyah Nasional 2 bukan sekadar mengikuti kegiatan perkemahan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran dan pengalaman bagi para santri untuk membentuk karakter.
“Selamat berjuang untuk seluruh anggota Qobilah Hizbul Wathan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran. Tunjukkan semangat, disiplin, kekompakan, dan jiwa kader Muhammadiyah selama mengikuti kegiatan,” ujar Ma’ruf.
Menurutnya, kehidupan di perkemahan memberikan banyak pelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Para santri belajar mengatur diri, bekerja sama, menaati aturan, bertanggung jawab terhadap tugas, serta menghadapi berbagai situasi dengan penuh kesabaran dan ketangguhan.
Ma’ruf berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan Kemah Santri Muhammadiyah Nasional 2 sebagai pengalaman berharga. Pertemuan dengan santri dan kader dari berbagai daerah juga diharapkan dapat memperluas persaudaraan dan wawasan.
“Jadikan kemah ini sebagai pengalaman yang akan dikenang. Bertemu dengan peserta dari berbagai daerah adalah kesempatan untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun persaudaraan,” tambah lulusan Jaya Melati 2 ini
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran dan Muhammadiyah selama mengikuti kegiatan. Sikap, perilaku, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan peserta menjadi bagian dari cerminan kader Muhammadiyah.
Bagi Ma’ruf Mu’thi, Hizbul Wathan tidak hanya mengajarkan keterampilan kepanduan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, keberanian, tanggung jawab, cinta tanah air, dan pengabdian.
“Berani berjuang, siap menginspirasi. Jangan hanya menjadi peserta yang hadir dalam kemah, tetapi jadilah kader yang membawa pulang pengalaman, semangat, dan nilai-nilai kebaikan untuk diterapkan di pesantren dan masyarakat,” pesan Kwarcab HW Paciran ini
Kemah Santri Muhammadiyah Nasional 2 di Coban Rondo menjadi salah satu ruang perjumpaan kader muda Muhammadiyah untuk memperkuat persaudaraan sekaligus menumbuhkan semangat kepanduan. Bagi Qobilah HW Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, keikutsertaan ini diharapkan menjadi bagian penting dalam perjalanan kaderisasi dan pembentukan generasi yang tangguh, disiplin, mandiri, serta siap mengabdi.
Reporter: Fathurrahim Syuhadi









