PGSD UNESA Latih Guru SD di Blitar Lakukan Deteksi Dini Risiko Kesulitan Membaca

Listen to this article

BLITAR lintasjatimnews – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar melatih guru sekolah dasar melakukan deteksi dini risiko kesulitan membaca melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pendampingan Skrining Literasi Awal Ramah Neurodiversitas untuk Deteksi Dini Risiko Kesulitan Membaca pada Siswa SD.”
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengidentifikasi siswa yang berisiko mengalami kesulitan membaca sejak kelas awal sehingga intervensi pembelajaran dapat diberikan lebih cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan belajar setiap anak.

Ketua Tim Pengabdian PGSD UNESA, Zulfin Rachma Mufidah, mengatakan bahwa guru merupakan pihak yang paling dekat dengan perkembangan belajar siswa sehingga memiliki peran penting dalam mendeteksi risiko kesulitan membaca sejak dini.

“Guru merupakan garda terdepan dalam proses pembelajaran. Melalui pelatihan ini, kami membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan menggunakan instrumen skrining literasi awal sehingga mereka mampu mengidentifikasi risiko kesulitan membaca secara lebih dini, akurat, dan berbasis bukti,” katanya.

Menurut dia, masih banyak siswa yang baru mendapatkan pendampingan setelah mengalami kesulitan membaca dalam waktu yang cukup lama. Padahal, apabila guru mampu melakukan skrining sejak kelas awal sekolah dasar, berbagai bentuk intervensi dapat segera diberikan sehingga perkembangan kemampuan membaca siswa dapat dioptimalkan.

Pelatihan tersebut mengintegrasikan prinsip Science of Reading dengan pendekatan ramah neurodiversitas. Guru tidak hanya mempelajari indikator perkembangan membaca dan penggunaan instrumen skrining, tetapi juga memahami bahwa setiap anak memiliki karakteristik belajar yang berbeda sehingga hasil skrining digunakan sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran yang tepat, bukan untuk memberikan label kepada peserta didik.

Selama kegiatan, peserta mengikuti sesi materi, praktik penggunaan instrumen skrining, simulasi identifikasi risiko kesulitan membaca, interpretasi hasil, hingga penyusunan rekomendasi tindak lanjut pembelajaran yang dapat diterapkan secara langsung di sekolah masing-masing.

Program pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen PGSD UNESA yang terdiri atas Zulfin Rachma Mufidah sebagai ketua tim, bersama Prof. Dr. Wahyu Sukartiningsih, M.Pd., Dr. Nurul Istiq’faroh, M.Pd., dan Dr. Bambang Edi Siswanto, M.Pd. Keempat akademisi tersebut memiliki kepakaran di bidang pendidikan dasar, literasi, pendidikan inklusif, dan pengembangan pembelajaran, yang menjadi landasan dalam penyusunan materi maupun pendampingan selama pelatihan berlangsung.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar menyambut baik kolaborasi dengan PGSD UNESA sebagai upaya memperkuat kapasitas guru sekolah dasar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran literasi.

“Kami berharap kompetensi yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing sehingga siswa yang memiliki risiko kesulitan membaca dapat teridentifikasi lebih awal dan memperoleh layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.

Melalui kegiatan ini, PGSD UNESA bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar berkomitmen mendorong penguatan budaya deteksi dini kesulitan membaca di sekolah dasar. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar yang lebih inklusif, berbasis bukti, dan berorientasi pada keberhasilan literasi setiap anak Indonesia.

Reporter: ahmadh