‎Kongres Kebudayaan Akan Diadakan di 5 Provinsi

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Kongres Kebudayaan Nusantara akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 08 Agustus 2026 mendatang di Pendopo Kabupaten Malang.

Sebagai tindak lanjut dari acara tersebut, DPP Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) mengadakan Pra Kongres secara daring (via zoom), Minggu (2/8). Dengan topik,
Menggali jejak-jejak Peradaban Kebudayaan Nusantara Menemukan Akar Jati Diri Bangsa.

Acara ini bertujuan untuk menyamakan pandangan dan memahami secara sepenuhnya makna, maksud, dan tujuan Kongres ini di selenggarakan.

Ketum HPK,   Dr. Ir. Hadi Prajoko, SH. MH,  mengatakan, Pra Kongres ini dalam upaya mempersiapkan acara Kongres Kebudayaan yang akan datang di Pendopo Kab Malang. Dan
Kongres Kebudayaan akan digelar di 5 daerah.  Pertama, di Malang untuk melacak jejak kerajaan Kanjuruan di Malang Jawa Timur.

Kedua, diadakan di Jawa Barat untuk melacak jejak peradaban Taruma Negara dan  Kerajaan Pajajaran.

Ketiga,  kembali ke Jawa Tengah untuk melacak peradaban Wangsa Sanjaya. Keempat, diadakan di Sumatera Utara,   melacak Jejak Wangsa Syailendra.

Kelima, kongres dilaksanakan di Bali, dengan pertimbangan, Bali merupakan pusat spiritual tertinggi. Jika perlu didirikan candi terbesar. Mengingat sudah ada patung terbesar di Indonesia

“Semoga Kongres di lima daerah itu berjalan sukses dan bermanfaat bagi masyarakat,”ujarnya.
Pada sesi penyampaian aspirasi dari berbagai daerah, usulan usulan aspirasi bermunculan penuh semangat. Ada usulan perlunya dibentuk organisasi kebudayaan  tingkat nasional. Bersyukurlah ada Hari Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, perlunya partisipasi pemerintah, adanya payung hukum guna melindungi budaya asli dari budaya asing.

Peserta lain mengusulkan agar Kongres Kebudayaan ini bukan hanya terbatas kepada hal teknis dan dokumentasi, namun bisa diketahui masyarakat luas dan anak cucu.

“Acara Pra Kongres berakhir sukses. Dan akan diadakan lagi Pra Kongres untuk kedua kalinya,”ujar Ketum PP HPK mengakhiri dan menutup Pra Kongres Kebudayaan.

(Husnu Mufid)