JAKARTA lintajatimnews — Karya tulis berjudul “Hidup Berkah — Bermanfaat bagi Masyarakat, Bangsa, dan Negara” karya Muhammad Wahid, S.Pd.I., Gr., M.Pd., mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari jajaran pimpinan nasional. Kali ini, apresiasi khusus disampaikan oleh Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., yang menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).
Dalam sekapur sirih yang disampaikannya, Prof. Zudan membuka dengan kalimat syukur kepada Allah SWT atas lahirnya karya yang dinilainya sangat bermakna dan menginspirasi ini.
“Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga lahir karya tulis yang penuh makna ini. Atas nama pribadi maupun atas nama Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terbitnya buku yang sangat menginspirasi ini.”
Hakikat Hidup yang Berkah
Dalam uraiannya, Prof. Zudan menekankan bahwa buku ini menyentuh hakikat paling dasar dari keberadaan manusia — bahwa hidup yang benar-benar bernilai adalah hidup yang memberi manfaat.
“Buku yang berjudul ‘Hidup Berkah — Bermanfaat bagi Masyarakat, Bangsa, dan Negara’ ini menyentuh hakikat paling dasar dari keberadaan kita sebagai manusia bahwa hidup yang benar-benar bernilai adalah hidup yang memberi manfaat. Hidup yang berkah bukan diukur dari tingginya jabatan, banyaknya harta, atau luasnya pengakuan. Hidup yang berkah adalah ketika kehadiran kita membawa kebaikan dan kemanfaatan bagi orang lain. Ketika setiap langkah yang kita ambil menjadi jalan bagi terbantunya sesama, dan ketika setiap amanah yang kita emban dijalankan dengan niat tulus untuk kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa, dan kejayaan negara, maka nilai sejati sebagai umat terbaik akan tercatat dalam sejarah kehidupannya.”
Kesesuaian dengan Semangat Pengabdian ASN
Sebagai Kepala BKN, Prof. Zudan melihat kesesuaian yang sangat mendalam dan nyata antara nilai-nilai yang ditulis dalam buku ini dengan kesejatian pengabdian para Aparatur Sipil Negara di seluruh negeri.
“Sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara, saya melihat kesesuaian yang sangat realistik antara nilai-nilai yang ditulis dalam buku ini dengan kesejatian pengabdian para Aparatur Sipil Negara. Ada lebih kurang 6,7 juta ASN di seluruh negeri yang bekerja dalam senyap — di ruang kelas, di puskesmas, di balik meja pelayanan, di setiap laporan yang diteliti dengan saksama. Di situlah denyut sebuah bangsa dijaga tetap hidup. Pengabdian mereka tidak selalu disorot lampu panggung, namun itulah pengabdian yang sunyi namun menumbuhkan dan memperkuat bangsa.”
Keberkahan Lahir dari Kebermanfaatan
Lebih lanjut, Prof. Zudan menjelaskan prinsip universal yang terkandung dalam buku ini: bahwa keberkahan hidup lahir dari seberapa besar manfaat yang kita tebarkan kepada orang lain.
“Buku ini mengingatkan kita bahwa keberkahan hidup lahir dari kebermanfaatan. Jika kita diberi ilmu, berkahnya adalah menyebarkannya. Jika diberi kekuasaan, berkahnya adalah melayani dengan tulus, adil dan tanpa diskriminasi. Jika diberi kemampuan, berkahnya adalah membangun dan memajukan. Jika diberi rezeki, berkahnya adalah berbagi dan saling memberi. Semakin luas manfaat yang kita tebarkan, semakin dalam keberkahan yang Allah titipkan kepada hidup kita.”
Harapan untuk Seluruh Elemen Bangsa
Prof. Zudan berharap buku ini menjadi pengingat bagi seluruh bangsa, khususnya para Aparatur Sipil Negara, bahwa setiap amanah yang diemban adalah sarana untuk berbuat kebaikan.
“Saya berharap buku ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya para Aparatur Sipil Negara dan seluruh elemen bangsa, bahwa setiap amanah yang diemban adalah sarana untuk berbuat kebaikan. Mencintai Indonesia tidak harus selalu dengan sorak-sorai, melainkan dengan pengabdian yang tulus, kerja yang jujur, dan pelayanan yang ikhlas. Hidup yang dihabiskan untuk bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara, adalah hidup yang paling dekat dengan ridha Allah SWT.”
Penutup: Pengabdian Sebagai Cara Hidup
Di bagian penutup, Prof. Zudan menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada penulis, sekaligus mendoakan agar setiap tulisan dalam buku ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
“Kepada Penulis, saya ucapkan selamat dan terima kasih. Semoga setiap tulisan yang tertulis dalam buku ini menjadi amal jariyah yang pahalanya tak pernah putus, menjadi lentera yang menerangi langkah pembaca, dan menjadi benih yang menumbuhkan jutaan jiwa agar semakin berbakti kepada negeri. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah kita semua, agar kita senantiasa menjadi manusia yang bermanfaat, berkah hidupnya, dan diridhoi jalan hidupnya.”
“Akhir kata, saya mengajak segenap pembaca, kita jadikan pengabdian sebagai cara hidup, dan kebermanfaatan sebagai ukuran keberhasilan. Karena itulah jalan hidup yang berkah.”
Ucapan sekapur sirih ini ditutup dengan salam penghormatan:
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H.
Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia Ketua Umum Korpri.
Reporter:alfain









