JOMBANG lintajatimnews – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Kabupaten Jombang. Pada hari ini, Minggu (30 Agustus 2026), jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM ASLI melakukan kunjungan resmi ke lokasi pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang sedang berlangsung sejak tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memberikan dukungan moral sekaligus menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh jajaran pengurus, panitia, dan seluruh kader Nahdlatul Ulama yang hadir dari berbagai penjuru tanah air.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Pengurus DPP LSM ASLI di hadapan awak media dan para kader NU, tertulis:
“SELAMAT DAN SUKSES MUKTAMAR KE-35 NAHDLATUL ULAMA!”
Semoga Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama ini berjalan lancar, penuh keberkahan dan hikmah, serta menghasilkan keputusan-keputusan yang mencerahkan, tepat sasaran, dan membawa manfaat luas bagi seluruh umat, bangsa, dan negara.
Semoga dalam muktamar ini terpilih para pemimpin NU yang memiliki sifat Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah — sebagaimana kepribadian mulia Rasulullah SAW yang mampu memegang teguh amanah, mengayomi seluruh kader, dan membawa organisasi semakin kuat di tengah dinamika bangsa.
Semoga Nahdlatul Ulama senantiasa menjadi penyelamat akidah, penegak syariat, dan pelindung rakyat yang senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Semoga NU terus berjalan beriringan mewujudkan cita-cita luhur menuju Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan diberkahi Allah SWT, serta senantiasa bermanfaat bagi umat, agama, dan bangsa.
Ketua Umum DPP LSM ASLI, Muhammad Wahid, S.Pd.I., Gr., M.Pd., yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, menyampaikan bahwa NU adalah kekuatan besar bangsa yang memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan NKRI dan kemaslahatan umat.
“Kehadiran NU selama lebih dari satu abad ini telah membuktikan bahwa organisasi ini adalah tiang penyangga keberagaman dan keadilan sosial di Indonesia. Oleh karena itu, muktamar yang menjadi forum tertinggi pengambilan keputusan ini sangat penting bagi masa depan umat dan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muhammad Wahid berharap agar hasil-hasil Muktamar ke-35 ini tidak hanya berhenti pada keputusan di atas kertas, tetapi benar-benar diimplementasikan hingga ke tingkatan ranting dan desa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Pemimpin yang terpilih nanti bukan hanya pemimpin untuk organisasi, tetapi pemimpin yang menjadi teladan, yang merakyat, yang menjaga amanah, dan yang menempatkan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Itulah pemimpin yang kita harapkan, pemimpin yang meneladani akhlak Rasulullah SAW .” tambahnya.
Muktamar NU ke-35 kali ini mengusung semangat pembaruan dan penguatan peran organisasi di era digital sekaligus pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk periode 2026–2031. Sebagai muktamar yang digelar di tanah kelahiran pendiri NU, KH. Hasyim Asy’ari, acara ini pun menjadi momen bersejarah yang dihadiri ribuan utusan dari seluruh Indonesia maupun perwakilan di luar negeri.
DPP LSM ASLI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Nahdlatul Ulama dalam berbagai program kemasyarakatan, baik di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, maupun pengawalan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat kecil. Semangat kebersamaan antara kekuatan dakwah dan kekuatan advokasi masyarakat sipil diyakini akan memperkuat fondasi bangsa dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Reporter: alfain









