GRESIK, LintasJatimNews – MTs Muhammadiyah 2 (Madtsamuda) Pondok Pesantren Karangasem Paciran, Lamongan, resmi meluncurkan logo baru, Vocational Class Program (VCP), serta program Pembelajaran Riset di Grand Atrium Icon Mall Gresik, Ahad (13/9/2026).
Selain peluncuran logo dan program unggulan, kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) VCP dan Pembelajaran Riset bersama sejumlah sekolah mitra untuk memperkuat kolaborasi serta kesiapan peserta didik.
Kepala Madtsamuda Karangasem Paciran, Millazul Faida, M.Pd., menyampaikan bahwa perhelatan ini merupakan ikhtiar sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inovatif, adaptif, dan responsif terhadap tuntutan zaman.
Ia menjelaskan tiga agenda utama dalam launching ini, yaitu peluncuran logo baru sebagai simbol semangat baru madrasah, pelaksanaan Vocational Class Program (VCP) untuk membekali keterampilan praktis siswa, serta pengembangan Madrasah Research guna menumbuhkan budaya berpikir kritis dan inovatif.
“Melalui peluncuran program vokasi dan riset ini, Madtsamuda berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk tumbuh sesuai potensi mereka agar siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Millazul Faida.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, Dr. Khozin, M.Si., yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Karangasem Paciran, memberikan apresiasi tinggi atas langkah inovatif yang diambil Madtsamuda.
Dalam sambutannya, Dr. Khozin memaparkan empat kategori sekolah Muhammadiyah versi Dikdasmen PWM Jatim, yaitu Outstanding School (setara predikat akreditasi A++), Excellent School (setara predikat akreditasi A), Inspiring School (setara predikat akreditasi B), dan Potential School (setara prediakt akreditasi C). Kategori ini sejalan dengan tiga tingkatan sekolah unggul versi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yakni Unggul Utama, Unggul Madya, dan Unggul Pratama.
Ia mengungkapkan bahwa tantangan dunia pendidikan ke depan sangat berat. Oleh karena itu, ia mendorong agar di Kabupaten Lamongan hadir sekolah atau madrasah berpredikat Outstanding School di setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA.
“Kriteria Outstanding School tidak hanya berorientasi pada kemajuan serta lingkungan yang green and clean—seperti memiliki fasilitas representation yang nyaman, tetapi juga wajib memberikan kontribusi nyata pada persyarikatan serta mau merangkul dan membantu sekolah-sekolah Muhammadiyah yang masih kecil,” tegas Dr. Khozin.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Akademik Ponpes Karangasem Paciran, Ust. Fatih Futhoni, M.Ag. turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dikdasmen PWM Jawa Timur, PDM Lamongan, para kepala sekolah dan guru TK 1, 2, 3, MIM 16 dan 20, pengelola School Bus, serta sekolah mitra seperti SMAMIO, SMKM Gondanglegi, dan SMKM 8 Karangasem.
Ust. Fatih menegaskan bahwa sistem pendidikan di Ponpes Karangasem yang membawahi 13 unit lembaga pendidikan terus dibangun di atas pondasi kuat dengan tekad perbaikan berkelanjutan.
“Etika dan moral harus tetap menjadi pondasi utama pendidikan nasional. Di samping itu, penguatan era digital yang cerdas dan menyelamatkan juga terus kita dorong, sejalan dengan status madrasah digital yang berlandaskan SK Gubernur,” jelasnya.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.00 WIB ini berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran PDM Lamongan, PWM Jawa Timur, pengurus Majelis Dikdasmen, Pimpinan Ponpes Karangasem, serta tamu undangan.
Suasana peluncuran kian semarak dengan unjuk kreasi seni dari siswa Madtsamuda maupun sekolah mitra. Berbagai pertunjukan disuguhkan, mulai dari Tari Saman, Seni Tapak Suci, Dramatisasi Puisi, penampilan musik, hingga pertunjukan kolaborasi yang ditutup dengan flashmob bersama.
Melalui lompatan inovasi ini, MTs Muhammadiyah 2 Karangasem Paciran mempertegas posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul, berdaya saing, dan siap melangkah menuju predikat Outstanding School.
Kontributor: M. Said









