Dr. Maftuhah, M.Pd. Lolos Program Penguatan Kompetensi Penelitian Dosen PTKIS Kopertais IV Jawa Timur

Listen to this article

SIDOARJO lintasjatimnews – Komitmen meningkatkan kompetensi penelitian dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Jawa Timur terus diperkuat melalui Program Penguatan Kompetensi Penelitian Dosen PTKIS Kopertais Wilayah IV Jawa Timur.

Program tersebut memasuki Tahap II yang dilaksanakan Kamis (24/9/2026), bertempat di GreenSA Inn UIN Sunan Ampel, Jalan Raya Bandara Juanda, Walan, Sedati Agung, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Salah satu dosen yang mengikuti program tersebut adalah Dr. Maftuhah, M.Pd., dosen STIT Muhammadiyah Paciran (STITM Paciran). Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas akademik sekaligus pengembangan kompetensi penelitian dosen di lingkungan perguruan tinggi.

Program ini diikuti lebih dari 300 dosen PTKIS di bawah koordinasi Kopertais Wilayah IV Jawa Timur yang mengajukan diri untuk mengikuti program penguatan kompetensi penelitian. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 200 dosen dinyatakan lolos.

Dari jumlah tersebut, peserta dibagi menjadi dua tahap. Sebanyak 100 dosen mengikuti Tahap I pada Rabu (23/9/2026), sedangkan 100 dosen lainnya mengikuti Tahap II pada Kamis (24/9/2026).

Dr. Maftuhah, M.Pd. termasuk dalam 100 dosen yang lolos Tahap II. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya, khususnya dalam upaya memperkuat kompetensi penelitian dan pengembangan keilmuan di bidang pendidikan Islam.

Bagi Dr. Maftuhah, kesempatan mengikuti program tersebut tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga momentum untuk terus meningkatkan kualitas penelitian agar memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan Islam dan masyarakat.

“Penguatan kompetensi penelitian sangat penting bagi dosen, karena penelitian tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk menghasilkan gagasan dan inovasi yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan,” ujar Dr. Maftuhah.

Ia berharap program tersebut dapat semakin memperkuat budaya penelitian di lingkungan PTKIS Jawa Timur. Menurutnya, dosen perlu terus didorong untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan pendidikan.

Penelitian, lanjutnya, tidak semestinya hanya berhenti pada laporan akademik. Hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan menjadi gagasan, inovasi, publikasi ilmiah, maupun rekomendasi yang memberikan manfaat bagi lembaga pendidikan dan masyarakat.

Keikutsertaan Dr. Maftuhah dalam program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya STIT Muhammadiyah Paciran dalam mendorong peningkatan kapasitas akademik dosen.

Penguatan kompetensi penelitian menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan perguruan tinggi. Dosen tidak hanya dituntut menjalankan proses pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan melakukan penelitian dan mengembangkan keilmuan sesuai bidangnya.

Dengan semakin kuatnya kompetensi penelitian dosen, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, pengembangan publikasi ilmiah, serta lahirnya inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.

Program Penguatan Kompetensi Penelitian Dosen PTKIS Kopertais Wilayah IV Jawa Timur juga menjadi ruang strategis bagi para dosen untuk saling belajar dan mengembangkan kemampuan dalam merancang, melaksanakan, serta mengembangkan penelitian.

Bagi Dr. Maftuhah, keikutsertaan dalam program tersebut menjadi kesempatan untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas sebagai dosen sekaligus peneliti.

Capaian tersebut diharapkan tidak berhenti pada keikutsertaan dalam program, tetapi dapat dilanjutkan melalui karya penelitian yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan Islam.

Dengan semakin banyak dosen PTKIS yang memiliki kompetensi penelitian yang kuat, diharapkan ekosistem akademik perguruan tinggi Islam swasta di Jawa Timur semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi pendidikan, keilmuan, dan masyarakat.

Reporter: Fathurrahim Syuhadi