LAMONGAN lintasjatimnews – Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (Kwarwil HW) Jawa Timur Fathurrahim Syuhadi menyerahkan piala juara umum kepada peserta Perkemahan Pandu Hizbul Wathan SMP Muhammadiyah 21 Brangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Kamis (24/9/2026).
Penyerahan piala tersebut menjadi salah satu rangkaian penutupan perkemahan yang berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (22-24/9/2026). Kegiatan diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX. Selama perkemahan, para peserta mengikuti kegiatan secara penuh waktu di bawah asuhan dan bimbingan dewan guru serta Dewan Sugli.
Fathurrahim Syuhadi yang berkesempatan menutup kegiatan sekaligus menyerahkan hadiah umum menyampaikan apresiasi kepada SMP Muhammadiyah 21 Brangsi Laren atas terselenggaranya perkemahan Pandu HW tersebut.
Menurutnya, kegiatan perkemahan merupakan bagian penting dalam proses pendidikan karakter peserta didik. Melalui kegiatan di alam terbuka, siswa mendapatkan pengalaman untuk belajar disiplin, mandiri, bertanggung jawab, bekerja sama, serta membangun solidaritas.
“Penghargaan dan apresiasi kami sampaikan kepada SMP Muhammadiyah 21 Brangsi Laren yang telah melaksanakan perkemahan selama tiga hari. Semoga kegiatan ini memberikan pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi seluruh peserta,” ujar Fathurrahim.
Selain memberikan penghargaan kepada pihak sekolah, Ketua Kwarwil HW Jawa Timur tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Wali Murid (IKWAM) SMP Muhammadiyah 21 Brangsi.
IKWAM dinilai telah memberikan dukungan nyata dengan bahu-membahu menyiapkan berbagai kebutuhan logistik selama perkemahan berlangsung.
“Apresiasi yang luar biasa kepada IKWAM SMP Muhammadiyah 21 Brangsi yang telah bahu-membahu menyiapkan logistik untuk menyukseskan kegiatan perkemahan HW ini,” katanya.
Menurut Fathurrahim, keterlibatan orang tua merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan. Sinergi antara sekolah dan wali murid dapat memperkuat berbagai program pembinaan peserta didik.
Fathurrahim juga memberikan penghargaan kepada para Ramanda, Bunda, Rakanda, Ayunda, Dewan Amalia, dan Dewan Sugli yang terlibat secara penuh dalam mendampingi dan mengawal peserta selama kegiatan.
Mereka dengan penuh semangat memberikan pendampingan selama tiga hari sehingga peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara tertib.
“Terima kasih kepada para Ramanda, Bunda, Rakanda, Ayunda, Dewan Amalia dan Dewan Sugli yang telah full tim mengawal kegiatan perkemahan ini,” ungkapnya.
Dalam sambutan penutupan, Fathurrahim yang juga penulis Buku Sejarah Hizbul Wathan Jawa Timur berpesan kepada peserta agar pengalaman selama tiga hari tidak hanya menjadi kenangan sesaat.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan perkemahan tersebut sebagai bagian dari sejarah hidup mereka.
“Perkemahan selama tiga hari yang sangat mengasyikkan ini hendaknya dijadikan sejarah dalam hidup kalian. Suatu saat nanti, pengalaman ini akan menjadi bagian dari perjalanan hidup yang akan selalu dikenang,” pesannya.
Fathurrahim juga mengingatkan bahwa para peserta merupakan generasi yang akan tumbuh dan berkembang menjadi pemimpin masa depan.
“Anak-anak ini akan tumbuh dan berkembang menjadi pemimpin ke depan. Dua puluh lima tahun lagi, kalian akan menjadi pemimpin persyarikatan dan pemimpin bangsa,” tuturnya.
Karena itu, menurutnya, proses menyiapkan pemimpin harus dilakukan sejak dini. Para peserta perlu dibekali wawasan ke depan, jiwa amanah, kedisiplinan, tanggung jawab, serta karakter yang kuat.
Nilai-nilai tersebut penting agar generasi muda tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di akhir kegiatan, Fathurrahim Syuhadi diberikan kesempatan menyerahkan piala dan hadiah juara umum kepada peserta yang berhasil meraih prestasi terbaik dalam rangkaian Perkemahan Pandu HW SMP Muhammadiyah 21 Brangsi Laren.
Penyerahan piala disambut antusias para peserta. Momentum tersebut sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan perkemahan yang telah berlangsung selama tiga hari.
Perkemahan Pandu HW di SMP Muhammadiyah 21 Brangsi Laren diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran yang mampu membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, amanah, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, serta berkarakter Islami.
Bagi peserta, pengalaman selama tiga hari bukan sekadar kegiatan perkemahan. Di balik tenda, latihan, perlombaan, kebersamaan, dan berbagai tantangan, tersimpan proses pembelajaran untuk mempersiapkan mereka menghadapi perjalanan kehidupan dan menjadi generasi penerus persyarikatan serta bangsa.
(Redaksi)









