LAMONGAN lintasjatimnews – Pengajian Sabtu bakda Subuh di Masjid Muhyidin Babat, Kabupaten Lamongan, berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan, Sabtu (26/9/2026). Pengajian menghadirkan Ust. Nor Khozin, S.Ag., mubaligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat, sebagai penceramah.
Pengajian diawali dengan ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. atas berbagai nikmat yang diberikan kepada umat manusia. Selanjutnya, disampaikan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai teladan utama umat Islam.
Dalam tausiyahnya, Ust. Nor Khozin menyampaikan sejumlah ciri orang baik sebagaimana ajaran Rasulullah Saw. Menurutnya, salah satu ciri tersebut adalah sikap zuhud terhadap kehidupan dunia dengan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama, tetapi menggunakannya sebagai sarana untuk mempersiapkan kehidupan akhirat.
“Orang yang baik senantiasa memikirkan kehidupan akhirat dan selalu melakukan introspeksi atau muhasabah terhadap dirinya,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa introspeksi penting dilakukan agar seseorang mampu memperbaiki kekurangan, mengevaluasi perilaku, dan meningkatkan kualitas amal dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan kemudian diarahkan pada persoalan kepemimpinan. Menurut Ust. Nor Khozin, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengatur, tetapi juga harus mempunyai akhlak yang baik. Pemimpin harus mampu menjalankan amanah dengan adil dan bertanggung jawab.
“Tugas utama seorang pemimpin adalah memberikan pencerahan, membimbing, serta menunjukkan jalan yang benar,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan hadis Rasulullah Saw. bahwa setiap orang merupakan pemimpin bagi dirinya masing-masing dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
Karena itu, kepemimpinan dalam perspektif Islam bukan semata-mata persoalan jabatan dan kekuasaan. Kepemimpinan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keadilan, dan akhlak mulia.
Dalam kajiannya, Ust. Nor Khozin menjelaskan bahwa tugas pemimpin dalam Islam antara lain menegakkan agama dan syariat Islam, menegakkan keadilan, serta mengurus kesejahteraan masyarakat. Pemimpin dituntut untuk menghadirkan kemaslahatan dan memastikan hak-hak masyarakat dapat terpenuhi.
Ia juga mengutip pandangan Imam Al-Ghazali mengenai kebahagiaan manusia di dunia. Di antaranya adalah kehidupan yang tenang dan adanya kesenangan dunia yang tidak melalaikan manusia dari tujuan akhirat.
“Pemimpin yang adil akan dicintai Allah dan juga dicintai rakyatnya,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas kepemimpinan sangat berkaitan dengan keteladanan. Pemimpin yang mampu bersikap adil, membimbing dengan kebenaran, serta memperhatikan kesejahteraan masyarakat akan memberikan pengaruh positif bagi kehidupan bersama.
Pengajian Sabtu bakda Subuh tersebut berlangsung dengan penuh perhatian dari jamaah. Setelah tausiyah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah. Suasana kekeluargaan semakin terasa melalui interaksi dan silaturahmi antara mubaligh dan jamaah Masjid Muhyidin Babat.
Reporter: Fathurrahim Syuhadi









