Cegah Luka Batin Sejak Dini, Puskesmas Pucuk Gelar Penyuluhan P3LP di Hadapan Ratusan Siswa SMPN 1 Pucuk

Listen to this article

LAMONGAN intasjatimnews – Kesehatan mental remaja kini menjadi perhatian krusial di dunia pendidikan. Merespons kebutuhan tersebut, Puskesmas Pucuk berkolaborasi dengan institusi pendidikan setempat untuk menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP)” sekaligus melakukan skrining kesehatan jiwa. Kegiatan ini diselenggarakan secara meriah di aula SMPN 1 Pucuk, Desa Paji, pada hari Jumat (25/9/2026).

Pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada Surat Pemberitahuan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Puskesmas Pucuk, bernomor 400.7.6.1/417/413.102.5.24/2026 yang diterbitkan pada 24 September 2026. Surat yang ditandatangani oleh Kepala Puskesmas Pucuk, dr. Ahmad Zaini Miftah, tersebut menggarisbawahi pentingnya dukungan penuh terhadap kesehatan dan kesejahteraan psikologis peserta didik di lingkungan sekolah.

Di dalam surat pemberitahuan tersebut, dipaparkan tiga tujuan utama mengapa penyuluhan dan skrining ini mutlak diperlukan. Pertama, untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan mental dan emosional siswa secara dini. Kedua, untuk mengetahui secara pasti kebutuhan dukungan psikososial masing-masing siswa. Ketiga, untuk memberikan layanan pendampingan yang tepat dan sesuai bagi siswa yang kelak teridentifikasi membutuhkan penanganan lebih lanjut. Langkah pencegahan ini sangat selaras dengan fokus Kementerian Kesehatan yang menempatkan kesehatan jiwa sebagai prioritas pada rentang usia anak sekolah dan remaja.

Menariknya, antusiasme dan komitmen pihak sekolah jauh melampaui ekspektasi awal. Pada catatan surat edaran, pihak Puskesmas awalnya memohon sekolah untuk menyiapkan 30 siswa dan 1 orang Guru Bimbingan Konseling (BK) di dalam ruangan kelas yang dimulai pada pukul 08.30 WIB. Namun, menyadari betapa pentingnya materi perlindungan psikologis ini, Kepala SMPN 1 Pucuk mengambil inisiatif untuk menghadirkan lebih dari 200 siswa agar mengikuti kegiatan secara massal di aula sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala SMPN 1 Pucuk menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Puskesmas Pucuk yang berkenan hadir untuk memberikan sosialisasi berharga ini.

“Anak-anak harus serius mengikuti sosialisasi ini karena sangat penting bagi kalian yang masih dalam masa pertumbuhan,” tegas Kepala Sekolah di hadapan ratusan siswanya.

Beliau juga menyoroti tantangan dan kemeriahan acara tersebut. “Biasanya kalian menerima pelajaran di ruang kelas yang hanya berisi 24 hingga 28 anak, sekarang kita masuk aula dan berkumpul sebanyak 200 anak lebih. Tentu ini akan Tentu ini akan menjadi tantangan dan pengalaman yang luar biasa bagi narasumber dibanding pak guru dan bu guru saat mengajar di kelas. Sekali lagi ikuti kegiatan ini dengan tertib, serius dan penuh semangat,” pesannya.

Materi penyuluhan ini dibawakan oleh Imam Rosadi, S.Kep.Ns., selaku Programer Jiwa dari Puskesmas Pucuk. Dalam penjelasannya, luka psikologis dideskripsikan sebagai perasaan tidak nyaman yang sifatnya berlebihan dan mengganggu aktivitas keseharian akibat kejadian berat atau krisis.

Program P3LP sendiri bertujuan untuk mengurangi tingkat stres negatif sehingga dapat menurunkan risiko munculnya gejala masalah psikologis yang lebih berat di kemudian hari. Para siswa diberikan pemahaman bahwa luka psikologis bisa dipicu oleh berbagai faktor di lingkungan mereka, seperti tekanan akademik, trauma kekerasan, hingga tindakan bullying atau perundungan baik secara fisik, verbal, maupun siber.

Untuk melakukan pertolongan pertama, Puskesmas Pucuk membekali ratusan siswa SMPN 1 Pucuk dengan prinsip dasar 3M, yakni: Memperhatikan, Mendengarkan, dan Menghubungkan. Siswa diajarkan bagaimana mendengarkan keluh kesah teman tanpa menghakimi, membantu menstabilkan emosi, serta menghubungkan mereka dengan keluarga, dukungan sosial, atau tenaga medis jika diperlukan.

Melalui sosialisasi komprehensif ini, diharapkan siswa SMPN 1 Pucuk dapat menjadi penolong pertama (first aider) bagi teman sebayanya dan saling menjaga kesehatan jiwa satu sama lain di lingkungan sekolah demi mewujudkan sekolah yang aman dan sehat secara mental.

Kontributor: M. Said