Musyda XX IPM Lamongan Digelar, 400 Peserta Siap Rumuskan Gerakan Pelajar Berdampak

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Perhelatan akbar Musyawarah Daerah (Musyda) XX Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Lamongan resmi digelar. Agenda permusyawaratan tertinggi IPM tingkat daerah tersebut berlangsung di Perguruan Muhammadiyah Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Lamongan, Jumat–Ahad (11–13/9/2026).

Musyda XX IPM Lamongan mengusung tema “New Social Movement IPM: Building an Ecosystem of Impactful Leadership”. Tema tersebut menjadi pijakan bagi kader IPM Lamongan untuk membangun gerakan pelajar yang semakin relevan dengan perkembangan zaman sekaligus melahirkan kepemimpinan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Perhelatan Musyda XX diikuti sekitar 400 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan Ranting, Pimpinan Cabang, hingga Pimpinan Daerah IPM Lamongan. Mereka datang dengan membawa gagasan, aspirasi, dan harapan untuk menentukan arah gerakan IPM Lamongan ke depan.

Musyda tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, dan perumusan program kerja organisasi. Para peserta didorong untuk menyampaikan gagasan terbaik guna menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelajar dan generasi muda saat ini.

Hadir membuka Musyda XX IPM Lamongan, KH Shodikin, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan. Kehadiran pimpinan Muhammadiyah tersebut memberikan motivasi sekaligus dukungan terhadap proses kaderisasi yang dilakukan IPM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di kalangan pelajar.

Suasana Musyda semakin istimewa dengan hadirnya para Pimpinan Wilayah IPM Jawa Timur, Organisasi Otonom maupun alumni IPM dari berbagai generasi. Alumni yang hadir berasal dari mereka yang pernah aktif di IPM sejak era 1980 -an hingga 2022.

Kehadiran lintas generasi tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan pengalaman para alumni dengan semangat dan gagasan kader IPM generasi saat ini. Silaturahmi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ikatan kader tidak berhenti setelah masa kepengurusan berakhir.

Para alumni turut memberikan dukungan moral kepada peserta Musyda agar mampu menjadikan forum permusyawaratan tersebut sebagai momentum melahirkan keputusan strategis bagi perkembangan IPM Lamongan.

Tema New Social Movement IPM juga menjadi perhatian penting dalam Musyda XX. Gerakan sosial baru menuntut organisasi pelajar untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi mampu membangun ekosistem yang memberikan manfaat dan dampak bagi lingkungan sekitar.

Sementara itu, konsep “Building an Ecosystem of Impactful Leadership” menegaskan pentingnya membangun kepemimpinan yang tidak hanya memiliki kemampuan organisatoris, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif dan menghadirkan perubahan.

Musyda XX diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi dan program yang menjawab kebutuhan pelajar, memperkuat kaderisasi, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta memperluas kontribusi IPM dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Momentum tiga hari tersebut juga menjadi ruang bagi kader IPM dari berbagai tingkatan untuk memperkuat persaudaraan, bertukar gagasan, dan membangun semangat bersama dalam mengembangkan organisasi.

Dengan semangat terus berproses dan terus bertumbuh, seluruh peserta diharapkan mengikuti rangkaian Musyda dengan penuh tanggung jawab. Gagasan yang lahir dari arena Musyda diharapkan tidak berhenti sebagai keputusan organisasi, tetapi dapat diwujudkan menjadi gerakan nyata.

Musyda XX IPM Lamongan akhirnya menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran pelajar Muhammadiyah sebagai generasi penerus yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kepedulian sosial, serta keberanian menghadirkan perubahan positif.

Dari Sedayulawas, kader-kader IPM Lamongan membawa satu semangat: membangun gerakan yang berdampak dan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Reporter: Fathurrahim Syuhadi