Enam Hari Berproses, Pendadaran SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring Resmi Ditutup

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Setelah menjalani rangkaian kegiatan selama enam hari, Pendadaran Siswa SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring resmi ditutup. Kegiatan yang mengedepankan kedisiplinan, ketangguhan, kebersamaan, dan pembentukan karakter tersebut menjadi bagian penting dalam proses pendidikan siswa.

Hari terakhir pendadaran diisi dengan kegiatan motivasi pembentukan karakter bersama Purnomo, Belajar Baik. Sesi tersebut memberikan penguatan kepada para siswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Motivasi pembentukan karakter menjadi bagian penting karena pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan siswa yang kompeten. Para siswa juga perlu dibekali sikap disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kemampuan bekerja sama, serta ketangguhan dalam menghadapi persoalan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN). Para siswa, guru, dan peserta pendadaran mengikuti kegiatan dengan penuh kebersamaan. Suasana semakin hangat ketika dilaksanakan makan tumpeng bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas terselesaikannya seluruh rangkaian kegiatan.

Kebersamaan juga terlihat dalam kegiatan koreografi dan bernyanyi bersama. Para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Suasana tersebut menjadi gambaran bahwa proses pendadaran tidak hanya memberikan pengalaman tentang latihan dan kedisiplinan, tetapi juga membangun rasa persaudaraan dan kekompakan antarsiswa.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Pendadaran SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring secara resmi ditutup oleh Kepala SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring, Totok Suhariono, S.Pd., M.M.

Enam hari menjalani proses pendadaran tentu memberikan pengalaman tersendiri bagi para siswa. Berbagai aktivitas yang mereka jalani diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Pendadaran bukan sekadar latihan fisik, kedisiplinan, atau kegiatan bersama. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan proses pendidikan karakter untuk membentuk siswa menjadi pribadi yang lebih tangguh, disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan mampu bekerja sama.

Berakhirnya pendadaran bukan berarti proses pembentukan karakter juga berakhir. Justru setelah kegiatan ditutup, nilai-nilai yang diperoleh selama enam hari tersebut diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan para siswa.

Pendadaran selesai, tetapi pembentukan karakter terus berjalan. Enam hari telah menjadi proses untuk mempersiapkan langkah yang lebih panjang menuju masa depan.

SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring terus berkomitmen melahirkan generasi yang berkarakter, kompeten, dan siap berkarya.

Reporter: Fathurrahim Syuhadi