LAMONGAN lintasjatimnews – Musyawarah Daerah (Musyda) XX Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Lamongan yang berlangsung selama tiga hari di Perguruan Muhammadiyah Sedayulawas, Kecamatan Brondong, akhirnya menetapkan Rizqi Farid Al Husni sebagai nahkoda baru Pimpinan Daerah (PD) IPM Kabupaten Lamongan periode 2026–2028.
Musyda XX mengusung tema “[Tema Musyda XX IPM Lamongan]”. Tema tersebut menjadi spirit dalam proses permusyawaratan sekaligus pijakan bagi kader IPM Lamongan dalam menyusun arah gerakan organisasi untuk dua tahun mendatang.
Rizqi Farid Al Husni terpilih setelah melalui rangkaian proses permusyawaratan yang diikuti para kader IPM dari berbagai cabang dan ranting se-Kabupaten Lamongan. Ia akan memimpin perjalanan organisasi pelajar Muhammadiyah Lamongan untuk periode 2026–2028.
Dalam menjalankan amanah tersebut, Rizqi didampingi Riyanto sebagai Sekretaris Umum dan M. Dani Fathurrohman. Kepemimpinan baru tersebut diharapkan mampu membangun kepemimpinan kolektif dan menghadirkan gerakan IPM yang semakin progresif, kreatif, serta dekat dengan kebutuhan pelajar.
Penetapan kepemimpinan baru tersebut diumumkan dalam acara penutupan Musyda XX yang berlangsung pada Ahad (12/9/2026). Musyda secara resmi ditutup oleh M. Anwar, M.Pd., Wakil Ketua PDM Lamongan.
Terpilihnya Rizqi Farid Al Husni sekaligus menandai berakhirnya kepemimpinan Dimas Jullian Arman, yang telah mengemban amanah sebagai Ketua PD IPM Lamongan periode 2024–2026.
Estafet kepemimpinan tersebut menjadi bagian penting dalam dinamika kaderisasi IPM. Pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian personal, tetapi merupakan proses regenerasi untuk memastikan roda organisasi terus berjalan dan mampu menjawab tantangan zaman.
Musyda XX yang berlangsung selama tiga hari di Perguruan Muhammadiyah Sedayulawas menjadi momentum bertemunya kader-kader IPM dari berbagai wilayah di Lamongan. Berbagai gagasan, evaluasi, dan pandangan tentang masa depan organisasi dibahas dalam suasana permusyawaratan.
Menariknya, pelaksanaan Musyda XX juga mendapat perhatian dari para alumni IPM/IRM Lamongan lintas generasi. Para alumni yang hadir dalam kegiatan temu alumni di lokasi yang sama menunjukkan bahwa proses kaderisasi IPM memiliki kesinambungan antara generasi terdahulu dan kader generasi sekarang.
Kehadiran alumni menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman masa lalu dengan semangat kader IPM masa kini. Para senior tidak hanya mengenang perjalanan organisasi, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada kader yang sedang menjalani proses permusyawaratan.
Dengan terpilihnya Rizqi Farid Al Husni, para kader berharap PD IPM Lamongan periode 2026–2028 mampu menghadirkan gerakan yang semakin kuat dalam bidang perkaderan, literasi, pendidikan, dakwah, dan pengembangan potensi pelajar.
Kepemimpinan baru juga diharapkan mampu melanjutkan program-program positif periode sebelumnya sekaligus menghadirkan inovasi baru yang sesuai dengan perkembangan generasi muda.
Musyda XX akhirnya menjadi titik temu antara tradisi, regenerasi, dan masa depan. Dari Sedayulawas, estafet kepemimpinan IPM Lamongan kembali dilanjutkan dengan harapan lahir gerakan pelajar Muhammadiyah yang lebih berkemajuan.
Reporter: Fathurrahim Syuhadi









