SURABAYA lintasjatimnews – Pemberangkatan rombongan Pengurus Wilayah Perkumpulan Guru Madrasah (PW PGMM) Jawa Timur menuju Gedung DPR RI berlangsung penuh semangat, solidaritas, dan harapan besar bagi masa depan guru madrasah swasta di Indonesia. Aksi yang dikenal dengan “SIAGA 2026” ini merupakan aksi jilid II yang diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, di antaranya Bondowoso, Probolinggo, Sumenep, Lumajang, Lamongan, dan Pasuruan. Kehadiran para guru madrasah dalam aksi tersebut menjadi bentuk ikhtiar bersama dalam memperjuangkan aspirasi dan keadilan bagi tenaga pendidik madrasah swasta.
Rombongan PW PGMM Jawa Timur diberangkatkan dari Lamongan (19/5/2026) pukul 10.00 WIB. Prosesi pemberangkatan turut dihadiri oleh Kasat Intelkam Polres Lamongan dan mendapat pengawalan hingga Terminal Purabaya Bungurasih, Surabaya, yang menjadi titik kumpul seluruh pengurus kabupaten/kota se-Jawa Timur. Pengawalan tersebut dilakukan berdasarkan arahan dari Polda Jawa Timur guna memastikan perjalanan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Dalam aksi jilid II ini, PW PGMM Jawa Timur memberangkatkan lima rombongan besar yang terdiri atas rombongan PW PGMM Jawa Timur, PGMM Bojonegoro, PGMM Gresik, PGMM Pacitan, dan PGMM Malang. Bus pertama dipimpin langsung oleh Ketua PW PGMM Jawa Timur, H. Tosari, S.Ag. Turut hadir dalam rombongan tersebut Sekretaris Jenderal PGMM Pusat, Siti Munadhiroh, S.E., sebagai bentuk dukungan penuh dari pengurus pusat terhadap perjuangan guru madrasah swasta di tingkat nasional.
Ketua PW PGMM Jawa Timur menyampaikan harapan besar agar aksi pada 20 Mei 2026 tersebut menjadi aksi terakhir dalam perjuangan panjang guru madrasah swasta. Beliau berharap sebanyak 630.000 guru madrasah dapat segera diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui jalur afirmasi. Menurutnya, para guru madrasah telah lama mengabdi dan berkontribusi besar dalam dunia pendidikan nasional, sehingga layak memperoleh perhatian dan pengakuan yang setara dari pemerintah.
Lanjut H. Tosari, S.Ag. aksi SIAGA 2026 dipicu oleh penolakan usulan pengangkatan 630.000 guru madrasah swasta oleh Kementerian PAN-RB. Penolakan tersebut didasarkan pada ketentuan Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 yang menyebutkan bahwa ASN tidak dapat ditempatkan di lembaga pendidikan swasta milik yayasan. Namun demikian, PW PGMM Jawa Timur menilai terdapat ketidaksesuaian kebijakan, mengingat pada sektor lain yang berbasis swasta masih dimungkinkan adanya pengangkatan pegawai melalui skema PPPK.
“Oleh sebab itu, aksi ini menjadi bentuk penyampaian aspirasi secara konstitusional dan damai demi terwujudnya keadilan bagi guru madrasah swasta di seluruh Indonesia,” ungkap H. Tosari, S.Ag.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PGMM Lamongan, Abdul Aziz, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota PGMM Lamongan yang telah berpartisipasi dan mendukung aksi SIAGA 2026, baik secara langsung maupun melalui donasi. Berkat dukungan tersebut, PGMM Lamongan berhasil memberangkatkan 17 anggota menuju Jakarta untuk mengikuti aksi bersama. Ia juga mengajak seluruh anggota PGMM agar tetap menjaga semangat perjuangan, solidaritas, dan komitmen dalam memperjuangkan kesejahteraan serta martabat guru madrasah.
“Dengan penuh harap, seluruh peserta memohon doa agar perjalanan dan perjuangan yang dilakukan mendapatkan keberkahan serta membawa manfaat besar bagi kemajuan guru madrasah dan generasi bangsa,” pungkasnya
Reporter Fathurrahim Syuhadi









