Dr. Heryanti Alamsyah, S.Pd.,M.Pd. :Pendidikan Jalan Peradaban dan Cahaya Masa Depan Bangsa

Listen to this article

MAKASAR lintasjatimnews – Pendidikan sejatinya bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan upaya memanusiakan manusia. Di dalamnya terdapat proses membentuk akal, menata hati, serta menumbuhkan karakter yang akan menentukan arah peradaban bangsa.

Ketua Kwartir Pusat Hizbul Wathan, Heryanti Alamsyah, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik semata.

“Pendidikan harus melahirkan generasi yang berakhlak, berpikir kritis, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujar kandidat Doktor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan penguatan nilai dan karakter.

“Anak-anak hari ini sangat dekat dengan teknologi, tetapi tanpa bekal moral dan spiritual yang kuat, mereka bisa kehilangan arah,” jelas perempuan yang berdinas di Dinas Pendidikan Kota Makassar ini UPT SPF SD Inpres Kassi-Kassi

Ia menambahkan bahwa pendidikan yang ideal adalah yang mampu menghadirkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, keterampilan hidup, dan akhlak mulia. Sekolah, kata dia, harus menjadi ruang pembentukan karakter, bukan sekadar tempat belajar akademik.

Ditambahkan Penyaji pada International Conference on Information and Education Innovation (ICIEI-25) Seoul, South Korea, 2025 ini bahwa kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan gotong royong harus tumbuh dalam proses pendidikan,

Dalam konteks tersebut, gerakan literasi menjadi bagian penting yang tidak bisa diabaikan. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami kehidupan secara luas.

“Anak yang dekat dengan buku akan memiliki wawasan luas dan mampu menyaring informasi dengan bijak,” ungkap Guru Penggerak ini

Sebagai bagian dari gerakan kepanduan Hizbul Wathan, Heryanti menekankan bahwa pendidikan karakter dan literasi merupakan dua hal yang tidak terpisahkan.

“Hizbul Wathan tidak hanya membentuk keterampilan, tetapi juga menanamkan kepemimpinan, kemandirian, dan cinta tanah air,” tegas alumni Kursus Jaya Matahari II Tingkat Nasional di Denpasar Bali

Ia juga menyoroti pentingnya peran guru dan orang tua dalam membangun keberhasilan pendidikan. Guru harus menjadi teladan, sementara orang tua menjadi fondasi utama pendidikan anak di rumah.

“Ketika sekolah, keluarga, dan masyarakat berjalan bersama, pendidikan akan menjadi kekuatan besar bagi bangsa,” ujar penerima penghargaan Tanda Penghargaan Lencana Pancawarsa

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang solutif dan produktif di tengah tantangan zaman.

“Kita butuh generasi yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu berkarya dan memberikan solusi,” jelas Penulis buku Ibu Rumah Tangga Bisa Apa?

Menutup pandangannya, Heryanti menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi peradaban bangsa.

“Apa yang kita tanam hari ini melalui pendidikan akan menentukan wajah Indonesia di masa depan,” pungkas Pengurus PGRI Kota Makassar Koordinator Bidang Keanggotaan dan Digitalisasi Organisasi

Reporter Fathurrahim Syuhadi