LAMONGAN lintasjatimnews – Pemerintah melalui Kementerian Agama menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji tahun 2026, khususnya bagi kelompok rentan. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur, dalam rangkaian pemberangkatan jamaah haji di Pendopo Lokatantra
Dalam sambutannya, Abdul Ghofur menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Haji Ramah Disabilitas, dan Haji Ramah Perempuan.” Kebijakan ini menjadi wujud perhatian pemerintah dalam memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
“Pemerintah berkomitmen menghadirkan pelayanan yang inklusif. Jamaah lansia, disabilitas, dan perempuan menjadi prioritas dalam layanan haji tahun ini,” ujarnya.
Selain itu, Kemenag juga menerapkan skema murur dan tanazul sebagai bagian dari inovasi pelayanan. Skema murur memungkinkan jamaah tidak perlu bermalam di Muzdalifah dan langsung menuju Mina, sementara tanazul memberikan opsi bagi jamaah untuk tidak menginap di Mina dan kembali ke hotel. Kebijakan ini dinilai sangat membantu, terutama bagi jamaah dengan kondisi fisik terbatas.
Berdasarkan data Kemenag Lamongan, jumlah jamaah haji tahun 2026 mencapai 2.758 orang, terdiri dari 1.247 jamaah laki-laki dan 1.511 jamaah perempuan. Mereka terbagi dalam delapan kelompok terbang (kloter), yakni kloter 30 hingga kloter 37.
Adapun rincian jumlah jamaah per kloter meliputi kloter 30 sebanyak 222 jamaah, kloter 31 sebanyak 376 jamaah, kloter 32 sebanyak 375 jamaah, kloter 33 sebanyak 375 jamaah, kloter 34 sebanyak 374 jamaah, kloter 35 sebanyak 376 jamaah, kloter 36 sebanyak 375 jamaah, dan kloter 37 sebanyak 285 jamaah.
Mengingat durasi ibadah yang mencapai 40 hari dengan perbedaan cuaca yang ekstrem, Bupati Yes berulang kali mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan fisik. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah telah menerjunkan tim pendukung yang terdiri dari 13 orang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), 13 orang Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK), 8 orang Petugas Haji Daerah (PHD), 10 orang Pembimbing Ibadah Haji KBIHU (PIH KBIHU).
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan secara resmi memberangkatkan jamaah haji tahun 2026. Pemberangkatan dilepas langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Pendopo Lokatantra Lamongan
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan bahwa keberangkatan ini merupakan momen yang telah lama dinantikan oleh para jamaah.
“Hari ini adalah hari yang dinantikan, panggilan Allah SWT akhirnya terlaksana. Semoga seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar sebagaimana harapan kita bersama,” tutur Pak Yes.
Ia juga berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci hingga kembali ke tanah air.
“Kami berharap seluruh jamaah haji Kabupaten Lamongan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta mampu menjalankan ibadah dengan khusyuk,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Yes mengungkapkan bahwa jumlah jamaah haji Lamongan tahun ini mengalami peningkatan signifikan, yang menjadi indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah, tahun ini jamaah haji Lamongan meningkat hampir seribu jamaah. Ini menjadi tanda kemakmuran masyarakat Lamongan yang patut kita syukuri bersama,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Lamongan juga menyerahkan penghargaan kepada jamaah tertua dan termuda. Jamaah tertua adalah Mujiono bin Purwo (90) asal Kedungpring, sementara jamaah termuda Najwa Amelia binti Nur Huda (17) asal Solokuro.
“Selamat jalan kepada seluruh bapak dan ibu sekalian. Semoga diberikan keselamatan selama rangkaian ibadah, menjadi haji yang mabrur, dan sekembalinya nanti membawa keberkahan serta menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat Lamongan,” pungkas Bupati Yes
Reporter Fathurrahim Syuhadi









