LAMONGAN lintasjatimnews — SMP Negeri 1 Pucuk menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Aksi Bergizi 2026 yang melibatkan berbagai pihak lintas sektor, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 murid perempuan dengan pendampingan guru dan tenaga kependidikan, serta dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan dan Puskesmas Kecamatan Pucuk.
Sebanyak 11 orang, pejabat dan pegawai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan serta 10 orang tenaga dari Puskesmas Kecamatan Pucuk turut hadir menyukseskan kegiatan yang dipusatkan di halaman sekolah tersebut. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah dan edukatif.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan senam bersama yang terdiri dari Senam Anak Indonesia Hebat yang dipandu oleh guru olahraga SMP Negeri 1 Pucuk, serta Senam Aksi Bergizi yang dipimpin oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan hemoglobin (HB) terhadap 50 murid perempuan, penyuluhan kesehatan, hingga aksi bersama mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
Kepala SMP Negeri 1 Pucuk dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah kegiatan Aksi Bergizi 2026. Ia juga berharap para murid dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh tanggung jawab sebagai bentuk penghormatan terhadap program yang sangat bermanfaat ini.
Program Aksi Bergizi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan remaja melalui pendekatan terpadu dan responsif gender. Program ini bertujuan mengatasi tiga beban gizi pada remaja, yakni gizi kurang, gizi lebih, dan kekurangan zat gizi mikro. Gerakan ini telah dicanangkan sejak Juli 2022 oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga, serta terintegrasi dalam Trias UKS yang mencakup edukasi kesehatan, layanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat.
Selain itu, Aksi Bergizi 2026 juga difokuskan untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam mencegah stunting dan anemia. Rangkaian kegiatan seperti senam pagi, konsumsi TTD, edukasi gizi, serta pembiasaan hidup sehat diharapkan mampu membentuk budaya hidup sehat di kalangan pelajar.
Dalam wawancara, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, dr. Mafidatul Lely, M.H., menyampaikan bahwa pemilihan SMP Negeri 1 Pucuk sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada kualitas dan kesiapan sekolah yang dinilai baik. Ia menegaskan bahwa program Aksi Bergizi sangat penting mengingat angka stunting di Kabupaten Lamongan masih berada di angka 18,8 persen, sementara prevalensi anemia pada remaja mencapai 30 persen.
“Kami berharap para remaja putri dapat rutin mengonsumsi tablet tambah darah satu tablet setiap minggu, khususnya setiap hari Rabu. Ini penting untuk mencegah anemia yang berdampak pada risiko stunting di masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak Dinas Kesehatan melalui Puskesmas akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala serta menjalin komunikasi intensif dengan pihak sekolah guna memastikan keberlanjutan program Aksi Bergizi di SMP Negeri 1 Pucuk.
Ia juga menyampaikan pesan penting kepada para murid agar terus menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menerapkan enam langkah cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan menargetkan penurunan angka stunting hingga di bawah 19 persen dan anemia hingga di bawah 15 persen, serta memastikan seluruh remaja putri rutin mengonsumsi tablet tambah darah setiap minggu.
Kegiatan Aksi Bergizi di SMP Negeri 1 Pucuk ini diharapkan menjadi contoh praktik baik dalam membangun kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan remaja sejak dini
Kontributor: M. Said









