Kisah Inspiratif ‘Ninja Monjali’ di Tasyakuran SMAM 3 Parengan: Dari Pengasong Koran Hingga Jadi Doktor dan Kabid SMA

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti halaman SMA Muhammadiyah 3 (SMAM 3) Parengan, Maduran, Lamongan pada Sabtu (9/5/2026). Sekolah ini menggelar acara Tasyakuran Kelulusan dan Gelar Wicara Pendidikan yang dihadiri oleh sejumlah tokoh besar pendidikan Jawa Timur.

​Namun, ada satu momen yang mencuri perhatian dan membakar semangat para wisudawan. Yakni saat Kabid SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Mustakim, S.S., M.Si., memberikan sambutan testimoninya.

Siapa sangka, pejabat yang kini memegang peran krusial di dunia pendidikan Jatim ini adalah alumni SMAM 3 Maduran yang memiliki masa lalu luar biasa tangguh.

​Dalam testimoninya, Dr. Mustakim membagikan kisah hidupnya yang menyentuh. Sebelum meraih gelar Doktor dan jabatan mentereng, ia pernah berada di titik bawah sebagai mahasiswa dari keluarga tidak mampu.

​Saat menempuh studi S-1 Sejarah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, ia harus berjuang ekstra keras demi bertahan hidup dan membiayai kuliah. Ia mengenang masa-masa menjadi pengasong koran di jalanan Yogyakarta.

Karena kegigihan dan kecepatannya menjajakan koran, ia bahkan dijuluki sebagai “Ninja Monjali” (Monumen Jogja Kembali).

​”Keberhasilan meraih gelar doktor ini adalah capaian bersejarah. Mungkin tak pernah terbayangkan saat dulu saya masih mengasong koran untuk sekadar bisa kuliah,” ungkapnya di hadapan para siswa dan wali murid.

​Pesan ini menjadi suntikan motivasi bagi para lulusan SMAM 3 Parengan agar tidak menyerah dengan keadaan ekonomi dalam mengejar cita-cita setinggi langit.

​Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini berlangsung sangat meriah namun tetap formal. Sejumlah tokoh penting turut hadir memperkuat legitimasi acara ini, di antaranya:
​Prof. Dr. Khozin, M.Si. (Ketua Dikdasmen dan PNF PWM Jatim)
​Sudjito, M.Pd. (Pejabat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lamongan) beserta pengawas pembina SMA,
​Jajaran Pengurus Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan serta PCM Pangkatrejo.

​Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Sang Surya yang menggema penuh semangat di lokasi sekolah.

​Tak hanya berisi seremoni formal, tasyakuran ini juga menjadi panggung unjuk bakat bagi murid-murid SMAM 3 Parengan. Berbagai kreasi seni ditampilkan untuk menghibur tamu undangan, mulai dari:
​Vokal Grup dan Paduan Suara yang harmonis.

Pembacaan Puisi yang menyentuh hati.
​Atraksi Bela Diri Tapak Suci Putra Muhammadiyah yang memukau dengan ketangkasannya.

​Acara ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan bukti nyata bahwa sekolah Muhammadiyah di pelosok daerah mampu melahirkan tokoh-tokoh besar seperti Dr. Mustakim, yang membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk menjadi pemimpin di masa depan.

​Kontributor: M. Said