Akselerasi Mutu, STITM Paciran Hadiri FGD Strategis Pengembangan Prodi Keagamaan di IAD Probolinggo

Listen to this article

PROBOLINGGO lintasjatimnews – Jajaran pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah (STITM) Paciran turut ambil bagian dalam forum strategis bertajuk Focus Group Discussion (FGD) “Pengembangan Program Studi Keagamaan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah” yang digelar di Institut Agama Islam Dalwa (IAD) Probolinggo.

Delegasi STITM Paciran hadir dengan formasi lengkap, dipimpin Ketua Idzi’ Layyinnati, M.Pd., didampingi Wakil Ketua I Dr. Maftuhah, M.Pd., Wakil Ketua II Himmatul Husniyah, M.Pd., serta Operator M. Kholis, M.Pd.. Kehadiran ini menegaskan komitmen STITM Paciran dalam meningkatkan daya saing program studi keagamaan di tingkat nasional.

Kegiatan dibuka secara khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars Sang Surya. Rektor IAD Probolinggo, Dr. Benny Prasetiya, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas sinergi antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Muhammadiyah (PTKIM).

“Kolaborasi ini penting untuk menjawab tantangan pendidikan global yang semakin kompleks,” ujar Dr. Benny Prasetiya, M.Pd.I

Sementara itu, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin, menegaskan pentingnya integrasi ilmu dan tata kelola profesional di lingkungan PTM.

“Program studi keagamaan harus menjadi center of excellence yang unggul dan berdaya saing,” jelas Prof. Ahmad Muttaqin,

Hadir sebagai pembicara utama, Direktur Diktis Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, menekankan pentingnya transformasi institusi pendidikan tinggi keagamaan.

“Kualitas lulusan harus ditingkatkan agar memiliki daya saing tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam,” ungkap Prof. Dr. Phil. Sahiron

Materi kemudian diperdalam oleh Dr. A. Rafiq Zainul Mun’im yang memaparkan arah kebijakan pengembangan prodi keagamaan.

“Kurikulum harus adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi,” tambah Dr. A. Rafiq Zainul Mun’im

Sesi materi ditutup oleh pakar pendidikan Prof. Dr. Tobroni yang menekankan pentingnya penguatan prodi PTKIM sebagai pilar moral bangsa.

“Perguruan tinggi keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun kekuatan intelektual dan moral,” tegasnya.

Menanggapi hasil FGD, Ketua STITM Paciran, Idzi’ Layyinnati, M.Pd., menegaskan kesiapan institusinya untuk melakukan akselerasi mutu.

“Hasil diskusi ini akan segera kami internalisasi dalam kebijakan kampus,” ujar Idzi’ Layyinnati, M.Pd
Ia juga menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi kelembagaan.

“Kami ingin memastikan STITM Paciran menjadi institusi yang akuntabel, relevan, dan memiliki budaya mutu yang kuat,” pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung dinamis ini diakhiri dengan doa bersama, menandai komitmen para pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah untuk terus mendorong peningkatan kualitas program studi keagamaan menuju level yang lebih tinggi.

Reporter Fathurrahim Syuhadi