Drs KH Agus Salim Syukran, M.Pd.I :Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Bersama

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan menentukan arah kemajuan suatu bangsa. Namun, dalam praktiknya, masih banyak anggapan bahwa pendidikan sepenuhnya adalah tanggung jawab sekolah.

Ketua STIQSI (Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur’an dan Sains) Lamongan Drs. KH Agus Salim Syukran, M.Pd.I mengungkapkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat berdiri sendiri. Dibutuhkan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, yaitu orang tua, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Tanpa kolaborasi yang kuat, sulit mewujudkan pendidikan yang benar-benar bermutu dan merata.

Lebih lanjut diungkapkan KH Agus Salim Syukran orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak. Sejak lahir, anak mulai belajar dari lingkungan keluarga, baik dari cara berbicara, bersikap, hingga memahami nilai-nilai kehidupan. Kebiasaan kecil yang ditanamkan di rumah, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran, akan membentuk karakter anak di masa depan. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak tidak boleh berhenti hanya pada pemenuhan kebutuhan materi.

“Orang tua perlu mendampingi proses belajar, memberikan motivasi, serta menjalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah. Tantangan seperti kesibukan kerja atau kurangnya pemahaman tentang pendidikan tidak seharusnya menjadi alasan untuk melepaskan peran ,” ujar Wakil Pengasuh Ponpes Al Ishlah Sendangagung Paciran ini.

Di sisi lain, sekolah berperan sebagai lembaga formal yang memberikan pengetahuan dan keterampilan secara sistematis. Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membimbing dan membentuk karakter siswa. Sekolah yang berkualitas adalah sekolah yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif.

“Selain itu, komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua menjadi kunci keberhasilan pendidikan. Ketika keduanya berjalan seiring, perkembangan siswa dapat terpantau dengan lebih optimal. Inovasi dalam metode pembelajaran juga penting agar pendidikan tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujar alumni Ponpes Darussalam Gontor ini.

Masyarakat juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Lingkungan sosial tempat anak tumbuh akan sangat memengaruhi pola pikir dan perilakunya. Masyarakat yang peduli terhadap pendidikan dapat menciptakan suasana yang mendukung proses belajar, seperti menyediakan fasilitas belajar, mengadakan kegiatan literasi, atau sekadar memberikan teladan yang baik.

“Kehadiran komunitas belajar, taman baca, dan kegiatan sosial lainnya menjadi bukti bahwa pendidikan bisa tumbuh di luar ruang kelas. Budaya yang menghargai pendidikan harus dibangun bersama agar anak-anak merasa bahwa belajar adalah kebutuhan, bukan kewajiban semata,” ujarnya mantan Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) STIQSI Lamongan ini

Sementara itu, pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam mengatur dan menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas dan merata. Melalui kebijakan, kurikulum, serta penyediaan sarana dan prasarana, pemerintah berperan sebagai pengarah utama dalam sistem pendidikan. Program bantuan pendidikan, peningkatan kualitas guru, serta pembangunan fasilitas di daerah terpencil merupakan langkah penting untuk mengurangi kesenjangan.

“Meski demikian, tantangan dalam implementasi kebijakan masih sering terjadi, terutama terkait pemerataan akses dan kualitas pendidikan di berbagai wilayah,” ujar lulusan Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya ini

Kolaborasi antara semua pihak menjadi kunci utama dalam mewujudkan pendidikan yang ideal. Ketika orang tua aktif mendampingi anak, sekolah memberikan pembelajaran yang berkualitas, masyarakat menciptakan lingkungan yang mendukung, dan pemerintah menyediakan kebijakan yang tepat, maka ekosistem pendidikan yang kuat akan terbentuk.

“Sinergi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ungkap penulis produktif ini

Namun, upaya mewujudkan tanggung jawab bersama ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Masih ada kurangnya kesadaran dari sebagian pihak, kesenjangan sosial dan ekonomi, kesibukan orang tua yang berlebihan dengan urusan pekerjaan sehingga mengabaikan pendidikan anak, serta minimnya komunikasi yang efektif antarpemangku kepentingan. Oleh karena itu, diperlukan perubahan pola pikir bahwa pendidikan adalah urusan bersama, bukan hanya tugas satu pihak saja.

“Sebagai solusi, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran melalui edukasi publik, memperkuat komunikasi antara orang tua dan sekolah, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat. Pemanfaatan teknologi juga dapat menjadi jembatan untuk menghubungkan semua pihak dalam mendukung proses Pendidikan,” ungkap mantan Kepala MA Al Ishlah ini

Pada akhirnya, pendidikan yang berkualitas tidak dapat terwujud tanpa kerja sama yang solid. Setiap pihak memiliki peran yang saling melengkapi. Dengan menyadari dan menjalankan tanggung jawab masing-masing, harapan untuk menciptakan pendidikan yang bermutu dan merata bagi semua bukanlah hal yang mustahil.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, dan masa depan bangsa bergantung pada sejauh mana kita bersedia berkontribusi di dalamnya,” pungkasnya

Reporter Fathurrahim Syuhadi