LDKMS OSIS SMPN Se-Kabupaten Lamongan Gembleng Jiwa Kepemimpinan dan Penyusunan Program Kerja di Trawas

Listen to this article

MOJOKERTO LintasJatimNews – Upaya mencetak generasi pemimpin masa depan yang berkualitas terus digenjot di kalangan pendidikan menengah. Pada hari Selasa (13/10/2026), telah diselenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Manajemen Siswa (LDKMS) untuk pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tingkat SMP Negeri se-Kabupaten Lamongan. Kegiatan LDKMS yang krusial ini dimulai tepat pada pukul 15.00 WIB, bertempat di Aula Kencanawungu, Hotel Arrayana, di kawasan sejuk Trawas, Mojokerto.

Acara ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidang pendidikan dan manajemen kesiswaan. Keduanya adalah Dr. Hibatun Wafiro, S.Si., M.Pd. yang menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Sugio, dan Karnadi, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SMPN 2 Sambeng. Kehadiran para tokoh pendidik ini memberikan suntikan semangat serta pengetahuan keorganisasian yang komprehensif bagi seluruh perwakilan pelajar yang hadir.

Memahami Struktur dan Hakikat Organisasi OSIS

Sesi pertama diawali dengan pemaparan materi mengenai Struktur Organisasi OSIS yang disajikan secara mendalam dan interaktif oleh Dr. Hibatun Wafiro, S.Si., M.Pd. Dalam materinya, Dr. Hibatun menekankan pentingnya pemahaman setiap pengurus mengenai struktur dasar dari OSIS itu sendiri. Ia menjelaskan bahwa perangkat OSIS sejatinya terdiri atas tiga pilar utama, yakni Pembina OSIS (yang diisi oleh kepala sekolah dan guru), Perwakilan Kelas (atau Majelis Perwakilan Kelas/MPK), dan Pengurus OSIS. Sinergi dari ketiga elemen ini mutlak diperlukan untuk memastikan roda organisasi berjalan dengan transparan dan demokratis.

Lebih lanjut, ditegaskan pula oleh Wafi bahwa OSIS memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai wadah kegiatan pembinaan kesiswaan, sebagai motivator yang mendorong para siswa untuk berkegiatan secara positif, dan sebagai langkah preventif untuk mengamankan sekolah dari berbagai ancaman negatif.

Melalui wadah organisasi ini, para siswa didorong untuk menjadi “Siswa Penggerak” baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungan sekolahnya. Organisasi ini juga diharapkan mampu membentuk pribadi pengurus yang berakhlak mulia, kritis, kreatif, dan kolaboratif. Keterlibatan di dalam struktur OSIS memberikan pengalaman nyata bagi para siswa untuk memperdalam sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta kemampuan berpikir yang logis dan demokratis.

Merancang Program Kerja yang Inovatif dan Tepat Sasaran

Berlanjut pada sesi kedua, peserta disuguhi materi strategis tentang “Program Kerja OSIS” yang dibawakan oleh Karnadi, S.Pd., M.Pd. Bapak Karnadi membongkar secara tuntas tata cara penyusunan program kerja yang terstruktur dan berdampak luas. Beliau menjelaskan bahwa fungsi program kerja sangatlah penting karena menjadi pedoman dalam menjalankan kegiatan organisasi, sarana untuk mewujudkan cita-cita OSIS, dan menjadi tolak ukur evaluasi keberhasilan pada akhir masa kepengurusan.

Dalam pemaparannya, Karnadi merincikan keberadaan 10 Seksi Bidang (Sekbid) di dalam OSIS yang membawahi berbagai aspek, mulai dari pembinaan keimanan, budi pekerti luhur, kepribadian dan wawasan kebangsaan, prestasi seni dan olahraga, demokrasi dan HAM, kreativitas dan kewirausahaan, jasmani dan gizi, sastra budaya, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), hingga pembinaan komunikasi bahasa Inggris. Guna memantik ide peserta, Karnadi mencontohkan salah satu bentuk program pada Sekbid Keimanan yang bernama GENTARA (Gerakan Tabungan Amal & Kajian Rutin), yang kegiatannya meliputi doa bersama dan pengumpulan donasi sukarela.

Tidak hanya menyusun kegiatan secara asal, Karnadi menekankan bahwa setiap program kerja OSIS harus disusun berdasarkan “8 profil lulusan”. Kedelapan profil yang harus diwujudkan tersebut adalah keimanan dan ketakwaan, kewargaan, bernalar kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, serta komunikasi.

Bapak Karnadi juga mengajak peserta untuk melakukan penguatan nalar kritis melalui berbagai pertanyaan evaluasi. Para peserta ditantang untuk mampu menentukan program kerja unggulan berserta alasannya, menyusun solusi apabila program yang direncanakan gagal atau sepi peminat, dan mengatur keseimbangan waktu antara tugas mengurus program OSIS dengan kewajiban akademis di kelas. Pada akhir LDKMS ini, setiap peserta diwajibkan untuk mampu menyusun program kerja berdasarkan kelompoknya, mempresentasikan hasil kerja tersebut di hadapan forum, dan mengumpulkannya dalam bentuk soft file.

Melalui pelatihan intensif yang dilaksanakan di Trawas ini, diharapkan delegasi OSIS mampu membawa perubahan positif yang signifikan. Dengan pemahaman mendalam tentang struktur keorganisasian dan strategi perumusan program kerja, para pengurus OSIS SMP Negeri se-Kabupaten Lamongan ini siap menjadi motor penggerak peradaban di sekolahnya masing-masing.

Kontributor: M. Said