Buka LDKMS Pengurus OSIS 2026–2027, Kepala SMPN 1 Pucuk Bedah Tuntas Pemimpin Muda Berkarakter, Berani, dan Bertanggung Jawab”

Listen to this article

LAMONGAN LintasJatimNews – Usai resmi dikukuhkan pada pagi harinya, sebanyak 60 pengurus baru Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Negeri 1 Pucuk langsung tancap gas mengikuti pembukaan Latihan Dasar Kepemimpinan dan Manajemen Siswa (LDKMS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Aula SMPN 1 Pucuk, Senin (14/9/2026) siang.

Kegiatan LDKMS ini diselenggarakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala SMPN 1 Pucuk Nomor: 400.3.5.3/483/413.101.C.034/2026. Tim kepanitiaan dikomandoi oleh Bagas Hermawan, S.Pd. selaku Ketua Panitia, dengan Ah. Arif Al Jauhari, S.Pd. sebagai Penanggung Jawab Program.

Pelatihan kepemimpinan ini dirancang intensif sebanyak 8 kali pertemuan di sekolah setiap pukul 13.00 s.d. 15.00 WIB (durasi 2 jam / 120 menit setiap sesi). Tak hanya materi di dalam kelas, rangkaian LDKMS akan dipuncaki dengan kegiatan outbound dan pembinaan mental-kedisiplinan selama 2 hari 1 malam bersama para pelatih dari unsur TNI di Makodim Lamongan pada 26–27 September 2026 mendatang.

Pada hari pertama, kegiatan LDKMS dibuka secara resmi oleh Kepala SMPN 1 Pucuk, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd., yang sekaligus bertindak sebagai narasumber tunggal membawakan materi inti bertajuk “Kepemimpinan OSIS: Menjadi Pemimpin Muda yang Berkarakter, Berani, dan Bertanggung Jawab”.

Dalam pemaparannya yang interaktif dan komunikatif, Said yang berpengalaman menjadi ketua OSIS pada saat mengenyam Pendidikan jenjang SMP dan SPG, menegaskan bahwa sebelum memimpin orang lain, seorang pengurus OSIS wajib mampu memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu, terutama dalam hal disiplin waktu membagi tugas belajar dan organisasi.

“Pemimpin itu bukan tentang jabatan atau kekuasaan, melainkan tentang keteladanan dan sejauh mana manfaat yang kita berikan kepada sesama. Menjadi pengurus OSIS bukan berarti menjadi ‘bos’ yang hanya menyuruh, tetapi harus mau turun tangan dan bekerja bersama anggota,” tegas Said di hadapan para peserta.

Beliau menguraikan beberapa pilar utama kepemimpinan:

  1. Tujuan Kepemimpinan OSIS: Ketua dan anggota pengurus harus bisa mengarahkan program kerja agar bermanfaat bagi seluruh warga sekolah, membangun kekompakan tim (teamwork), menggali potensi anggota, serta menciptakan iklim sekolah yang positif, kreatif, dan menyenangkan.
  2. Karakter Pemimpin Ideal: Ketua dan anggota pengurus wajib memiliki integritas (jujur antara kata dan perbuatan), peduli dan memiliki empati tinggi, berani mengambil keputusan, komunikatif tanpa meremehkan orang lain, kreatif-inovatif, serta rendah hati (tawadhu’).
  3. Sikap Utama: Ketua dan pengurus harus memiliki sikap utama: bertanggung jawab menuntaskan program hingga akhir, disiplin waktu dan aturan sekolah, percaya diri berbicara di forum publik, serta menerapkan prinsip Ing Ngarsa Sung Tuladha—menjadi teladan nyata, seperti menjadi yang pertama memungut sampah sebelum mengajak siswa lain.
  4. Keterampilan Praktis: Ketua dan pengurus harus bisa mengatur skala prioritas (tugas sekolah tetap yang utama), menguasai komunikasi efektif (public speaking) dan kontak mata, serta mengedepankan musyawarah tanpa bullying saat terjadi silang pendapat.

Sebelum menutup paparannya, narasumber juga memaparkan sekilas tentang Kepemimpinan OSIS dalam Perspektif Islam. Said, yang juga menjabat Keua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PD Muhammadiyah Lamongan, memaparkan integrasi nilai-nilai religius Islami dalam kepemimpinan OSIS. Beliau membedah 13 prinsip kepemimpinan berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis, yang disederhanakan ke dalam formula 7A Pemimpin Muslim:

  1. Amanah (QS. An-Nisa’: 58)
  2. Adil (QS. An-Nahl: 90)
  3. Akhlak / Keteladanan (QS. Al-Ahzab: 21)
  4. Al-Syura / Musyawarah (QS. Asy-Syura: 38)
  5. Al-Shabr / Sabar (QS. Ali ‘Imran: 134)
    Menahan amarah melalui langkah STOP (Stop, Tarik napas, Observasi masalah, Pilih respons tepat)
  6. Al-Ta’awun / Kolaboratif (Kerja sama) (QS. Al-Ma’idah: 2)
  7. Al-Qaul As-Sadid / Santun Berkomunikasi (QS. Al-Ahzab: 70)
    Santun Berkomunikasi, baik di dunia nyata maupun dunia maya (di grup WhatsApp, FB, IG, dan media sosial lainnya)

Materi tersebut penting untuk ditanamkan pada pengurus OSIS, mengingat SMP Negeri 1 Pucuk Menerapkan Sekolah Relegius dan sedang berjuang untuk meraih perdikat School Relegius Culure Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Materi ditutup dengan bedah studi kasus organisasi, di mana para peserta diajak menganalisis bagaimana cara seorang ketua menghadapi kritik di media sosial, menegur rekan yang berbuat salah secara adil tanpa mempermalukan, dan mengelola keuangan OSIS secara transparan.

Kegiatan hari pertama LDKMS berlangsung antusias dan penuh semangat. Berdasarkan jadwal, pelatihan tatap muka ini akan dilanjutkan dengan materi keorganisasian, administrasi, kedisiplinan, hingga simulasi penyusunan program kerja bersama para pembina OSIS lainnya.

Kontributor: M. Said