FOSKAM SMPM Lamongan Gelar Bimtek Silat-BK bagi Guru BK dan Wakasek Kesiswaan

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Forum Silaturrahim dan Komunikasi Kepala Sekolah dan Madrasah (Foskam) SMP Muhammadiyah Lamongan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Sistem Layanan Terpadu Bimbingan Teknis Bimbingan Konseling (Silat-BK).

Bimtek Silat BK diadakan pada hari Sabtu (3/10/2026) bertempat di Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan. Acara diikuti 55 peserta yang berasal dari 28 guru BK dan 27 Wakil Kepasa Sekolah bidang kesiswaan SMP/MTs Muhammadiyah se Lamongan.

Pembukaan acara dipandu Furqon Firmansyah, M.Pd. dengan rincian berikut; pembukaan, pembacaan ayat-ayat Alquran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, serta sambutan Ali Efendi, S.Pd. M.Pd. (Ketua Foskam SMP Muhammadiyah Lamongan).

Sedangkan pemateri Bimtek Silat BK tahun 2026 adalah M. Said, S.Pd. M.Pd. (Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan) dan Zen Fikri, S.Pd. Gr. (Devoloper Silat-BK dan MGMP Kabupaten Lamongan).

Ketua Foskam SMP Muhammadiyah Lamongan menyampaikan dalam sambutannya, “Bimtek Silat-BK merupakan salah satu kebutuhan bagi satuan pendidikan dalam proses digitalisasi pendidikan. Aplikasi Silat-BK sangat membantu dan mempermudah tugas guru BK dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan,” jelasnya.

“Guru BK dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dapat berkolaborasi dalam bertugas. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Said dan Pak Zen yang bersedia menyempatkan waktu untuk memberikan materi pada kesempatan ini. Juga kepada panitia dan peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan Bimtek Silat-BK,” pungkas sekretaris MKKS SMP Swasta Kabupaten Lamongan.

Sementara itu, M. Said, S.Pd. M.Pd, menyampaikan materi: “Integrasi Layanan BK dan Kesiswaan Berbasis Nilai Muhammadiyah Berkemajuan”. Di awal paparannya menjelasankan tentang Reorientasi Peran Guru BK dan Wakil Kepala Sekolah yang dipahami dari satu sisi.

“Guru BK dan Wakil Kepala Sekolah bukan Polisi Sekolah merupakan figur rnenakutkan, represif, dan sekadar menghukum pelanggaran. Seharusnya sebagai tempat berlindung yang pengayom dan sahabat aman (safe space) dengan pendamping setia tumbuh kembang penerimaan tanpa syarat. mental, kecerdasan, dan akhlak siswa,” jelas kepala SMP Negeri 1 Pucuk.

Selanjutnya M. Said, S.Pd. M.Pd, menjelaskan urgensi Sistem Layanan Terpadu dalam BK, di antaranya:

  1. Penguatan Sistem Kolaborasi, kerjasama erat guru BK, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Wali Kelas, dan orangtua;
  2. Moderasi Sisten Digital, pencatatan, pemetaan, penanganan murid yang terstruktur dan terukur;
  3. Perspektif Islam Berkemajuan, konseling sebagai wadah dakwah amar makruf nahi mungkar yang mencerahkan.

Di akhir memberikan materi, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan, mengajak komitmen bersama untuk mewujudkan BK dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, “Mari hadirkan lavanan BK yang penuh empati, hikmah, dan kelembutan demi melahirkan generasi Islam yang unggul dan berkarakter”.

Materi Bintek berikutnya disampaikan Zen Fikri, S.Pd. Gr. Menyampaikan materi tentang “Silat-BK: Transformasi Digital Layanan Bimbingan dan Konseling”, sebuah sistem terpadu berbasis AI untuk manajemen konseling modern.

Reporter: Efendy