Bila Kehidupanmu Tak Terarah

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Hati yang kacau dan tidak menentu tidak akan menemukan ketenangan, kecuali ketika ia kembali menghadap kepada Allah.

Ada masa-masa dalam kehidupan ketika kita merasa semuanya berjalan tanpa arah. Aktivitas tetap dilakukan, tetapi hati terasa kosong. Kesibukan ada, namun tidak menghadirkan ketenangan. Rencana demi rencana disusun, tetapi semuanya terasa membingungkan dan tidak membawa kepuasan.

Perasaan hampa, gersang, gelisah, atau hidup yang terasa tidak teratur sering kali menjadi isyarat bahwa ada sesuatu yang perlu kita perhatikan. Sebagai seorang muslim, momen seperti ini dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kembali hubungan kita dengan Allah. Boleh jadi, di tengah kesibukan mengejar urusan dunia, kita mulai mengurangi waktu untuk mengingat-Nya, menunda ibadah, atau kehilangan kekhusyukan dalam berdoa.

Allah berfirman”Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Karena itu, ketika hidup terasa kehilangan arah, jangan hanya sibuk mencari solusi dari sisi dunia. Perbaikan yang paling mendasar adalah memperbaiki hubungan dengan Allah. Kembalilah kepada-Nya dengan taubat yang tulus, perbanyak istighfar, jaga shalat tepat waktu, luangkan waktu membaca Al-Qur’an, dan perbanyak doa. Jadikan ibadah sebagai prioritas, bukan sekadar pelengkap di sela-sela kesibukan.

Rasulullah Saw bersabda “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itulah hati. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada saat-saat dalam kehidupan ketika kita merasa semuanya berjalan tanpa arah. Aktivitas tetap dilakukan, pekerjaan terus dijalani, tetapi hati terasa kosong. Pikiran dipenuhi kegelisahan, semangat mulai memudar, dan hari-hari terasa hambar. Kita merasa hidup tidak teratur, tujuan menjadi kabur, dan ketenangan seolah menjauh.

Keadaan seperti ini bisa dialami siapa saja. Bagi seorang muslim, kondisi tersebut dapat menjadi momen untuk bermuhasabah. Bisa jadi hati kita sedang membutuhkan kedekatan yang lebih dengan Allah. Kesibukan dunia, berbagai urusan, dan banyaknya distraksi sering kali membuat hubungan kita dengan Allah berkurang tanpa kita sadari.

Rasulullah Saw juga bersabda “Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.” (HR. At-Tirmidzi, dinilai sahih)

Allah tidak pernah menyia-nyiakan hamba yang bersungguh-sungguh mendekat kepada-Nya. Setiap langkah menuju ketaatan adalah langkah menuju petunjuk, meskipun perubahan itu datang secara bertahap. Yang terpenting adalah istiqamah dan terus berusaha mengikuti tuntunan yang benar.

Maka, jika hari ini kehidupan terasa tidak terarah, jangan berputus asa. Jadikan keadaan itu sebagai panggilan untuk kembali kepada Allah. Mungkin yang perlu dibenahi bukan semata-mata pekerjaan, rezeki, atau rencana masa depan, tetapi hati yang membutuhkan kedekatan dengan Rabb-nya.

Semoga Allah menuntun setiap langkah kita, melapangkan dada, memperbaiki ibadah kita, memberkahi waktu yang kita miliki, serta menjadikan hidup ini penuh manfaat dan keberkahan. Aamiin.

Penulis Fathurrahim Syuhadi