SURABAYA LintasJatimNews – Rangkaian program peningkatan mutu pendidik skala regional resmi berakhir. Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur secara resmi menutup kegiatan Training of Trainers (ToT) Calon Fasilitator Kelompok Kerja Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Pendidik Tahap 2. Prosesi penutupan khidmat ini dilangsungkan pada Senin (29/06/2026) bertempat di Gedung Politeknik Penerbangan (Poltekbang), Surabaya.
Acara penutupan berjalan runtut dan sistematis, diawali dengan pembukaan, pembacaan laporan serta sambutan dari Ketua Panitia yang sekaligus mewakili Plt. Kepala BBGTK Provinsi Jawa Timur. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan kesan perwakilan peserta, pesan dan kesan dari perwakilan tim fasilitator, pernyataan penutupan kegiatan secara resmi, serta diakhiri dengan sesi foto bersama guna mengabadikan momen sinergi tersebut.
Pelatihan intensif ini meluluskan 53 peserta yang siap diterjunkan sebagai Fasilitator Daerah (Fasda). Selama proses diklat, seluruh peserta didampingi secara melekat oleh 4 orang narasumber dan fasilitator nasional yang kompeten di bidangnya, antara lain: Rahadia Wiyoshastono, S.Kom. (Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda BBGTK Jatim) selaku Fasilitator Kelas Guru SMP-KKA/IT; Pratiwi Dwi Warih Sitaresmi, S.Si., M.Pd. (Dosen Institut Ahmad Dahlan Probolinggo) selaku Fasilitator Kelas Guru SMP-Matematika; Susanto, S.Pd. (Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Sawoo) selaku Fasilitator Kelas Guru SMP-Bahasa Indonesia; serta Reva Rensila Iasha, S.Pd., Gr., M.Pd. (Guru SMP Negeri 1 Kwanyar) selaku Fasilitator Kelas Guru SMP-IPA.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia yang didampingi jajaran instruktur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas dedikasi luar biasa para peserta selama mengikuti ToT. Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf dari Plt. Kepala BBGTK Provinsi Jawa Timur yang tidak dapat membersamai peserta secara langsung di lokasi hingga hari penutupan karena adanya agenda kedinasan lain yang tidak bisa ditinggalkan.
Suasana penutupan menjadi hangat saat Muhammad Said, peserta tertua yang berasal dari Kelas Guru Bahasa Indonesia SMP, didaulat memberikan kesan dan pesan mewakili seluruh rekan sejawat. Dalam untaian kalimatnya, ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan besar yang diberikan oleh BBGTK Jatim.
“Penyelenggaraan kegiatan ini sangat luar biasa bagus. Panitianya sangat ramah dan sigap, pelayanan yang kami terima sangat prima, serta fasilitas tempat di Poltekbang ini sangat representatif. Walau saat berjalan bolak-balik dari kamar istirahat kami harus menikmati teriknya matahari khas Surabaya, panas tersebut seolah tidak terasa. Pasalnya, setiap kali berjalan di koridor, kami selalu berpapasan dengan para taruna dan taruni yang dengan santun memberikan hormat serta senyuman hangat. Ditambah lagi menu makanan yang disajikan sangat ramah dengan lidah kampung kami dan porsinya melimpah, tidak pernah kekurangan,” ungkap Muhammad Said disambut tepuk tangan dan tawan hadirin.
Di sisi lain, Susanto, S.Pd., yang tampil mewakili jajaran fasilitator, turut menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kerja sama serta kerja keras yang ditunjukkan peserta selama ruang-ruang pelatihan berlangsung. Ia juga menyampaikan permohonan maaf mendalam andaikata terdapat kekeliruan tatap muka atau kekurangan teknis selama proses transfer ilmu berlangsung.
Penyelenggaraan ToT ini didesain secara ketat untuk mencapai indikator kompetensi yang jelas. Berdasarkan dokumen resmi kurikulum, terdapat tiga tujuan utama beserta hasil yang diharapkan dari para lulusan, yaitu:
- Pemahaman dan Implementasi: Peserta mampu memahami secara menyeluruh serta mengimplementasikan capaian pembelajaran Pembelajaran Mendalam (PM) bagi pendidik secara riil.
- Penguasaan Modul: Peserta menguasai struktur materi serta mampu membedah dan menggunakan modul Pelatihan bagi Pendidik sebagai kompas mengajar.
- Keterampilan Fasilitasi: Peserta memiliki kompetensi metodologis untuk memfasilitasi, mendampingi, serta mensimulasikan modul pelatihan tersebut di wilayah masing-masing.
Guna merealisasikan target tersebut secara konkret, pasca-pelatihan ini para peserta resmi menyandang status sebagai Fasilitator Daerah (Fasda) Kelompok Kerja Pelatihan Pembelajaran Mendalam. Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademis, tugas akhir wajib yang harus diselesaikan oleh setiap peserta adalah menyusun dokumen Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang matang dan terstruktur.
Berdasarkan draf dokumen matriks RTL resmi milik peserta (M. Said), program pengimbasan di daerah telah dirancang secara sistematis per babak materi. Beberapa rencana aksi yang siap digulirkan di tingkat kelompok kerja (KKG/MGMP) dalam beberapa bulan ke depan meliputi:
• Materi B1 (Inkuiri Kolaboratif): Penguatan Pengelolaan Kelompok Kerja Berbasis Komunitas Belajar (Kombel) melalui koordinasi dengan pengurus KKG/MGMP dan Kepala Sekolah, penjadwalan rutin, serta penyamaan persepsi siklus inkuiri. Lini Masa: Minggu ke-1 s.d. ke-2 bulan depan.
• Materi B2 (Pola Pikir Bertumbuh): Sosialisasi dan Internalisasi Growth Mindset dalam pembelajaran melalui penyusunan materi presentasi, lokakarya umpan balik positif (feedback process) bagi murid, serta refleksi lewat jurnal pribadi guru. Lini Masa: Minggu ke-3 bulan depan.
• Materi B3 (Pendekatan Pembelajaran Mendalam): Bedah Konsep dan Perancangan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menyiapkan studi kasus unsur kritis, kreatif, dan bermakna. Lini Masa: Minggu ke-4 bulan depan s.d. minggu ke-1 bulan berikutnya.
• Materi B4 (Pemanfaatan Media/PID): Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Platform Digital & AI melalui kegiatan hands-on (praktik langsung) pembuatan media interaktif yang disesuaikan dengan materi ajar. Lini Masa: Minggu ke-2 s.d. ke-3 bulan berikutnya.
• Materi B5 (Perencanaan dan Asesmen): Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP/Modul Ajar) lengkap dengan rubrik asesmen otentik, diakhiri dengan latihan mengajar terbatas (microteaching). Lini Masa: Minggu ke-4 bulan berikutnya.
• Materi B6 (Penguatan Materi Esensial): Lokakarya Pemetaan dan Dekonstruksi Materi Esensial Kurikulum untuk mengeliminasi materi yang terlalu superfisial agar fokus siswa lebih mendalam. Lini Masa: Minggu ke-1 s.d. ke-3 bulan ke-3.
• Materi B7 (Teknik Fasilitasi): Simulasi Klinis (Micro-Facilitation) dan Mentoring Sejawat bagi pengurus kelompok kerja dengan melatih teknik bertanya (probing), mendengar aktif, dan merangkum (paraphrasing). Lini Masa: Minggu ke-3 s.d. ke-4 bulan ke-3.
Dengan penutupan resmi ini, langkah perjuangan sesungguhnya justru baru dimulai. Melalui implementasi RTL yang rigid dan terukur dari para Fasda ini, transformasi pola pikir bertumbuh (growth mindset) dan implementasi deep learning diharapkan segera berakar kuat di seluruh ruang kelas SMP di Jawa Timur.
Kontributor: M. Said









