Peringatan Hari Bangkit PII Ke- 79 dan Silaturahmi Dua Bulanan KB PII Lamongan di Gelar di Lembaga Pendidikan Sultan Agung Blimbing

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Suasana penuh semangat dan kekeluargaan menyelimuti Lembaga Pendidikan Sultan Agung, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Pada hari Senin ini, bertempat di lingkungan lembaga pendidikan Sultan Agung Blimbing, telah berlangsung acara Hari Ulang Tahun (Harba) Pelajar Islam Indonesia (PII) yang ke-79, digabung dengan agenda rutin Silaturahmi Dua Bulanan Keluarga Besar (KB) PII Lamongan.

Acara yang dihadiri oleh para pengurus KB PII Lamongan dan Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia, PD PII Lamongan serta eks aktivis PII Lamongan ini dimulai dengan rangkaian kegiatan keagamaan dan pembukaan secara resmi. Sebagai tuan rumah sekaligus penyelenggara kegiatan di tingkat kecamatan, Drs. Kastunggal, M.Pd., hadir memberikan sambutan mewakili Pengurus Ranting KB PII Kecamatan Paciran. Dalam amanatnya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkenan hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan penting ini.

“Pertemuan besar hari ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Harba PII yang ke-79 dan pelaksanaan Silaturahmi Dua Bulanan KB PII Lamongan. Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus daerah, para tokoh, ustadz, serta seluruh kader yang telah meluangkan waktu untuk berkumpul di sini. Semoga kehadiran kita semua menjadi amal jariyah dan mempererat ikatan persaudaraan yang sudah terjalin selama ini,” ujar Drs. Kastunggal dalam sambutannya.

Selanjutnya, sambutan sekaligus laporan perkembangan organisasi disampaikan oleh Ketua Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Lamongan, Muhammad Aas Abdusy Syukur. Di hadapan para hadirin, ia memaparkan kondisi organisasi saat ini serta berbagai langkah strategis yang sedang dan akan dijalankan oleh kepengurusan. Menurutnya, saat ini PD PII Lamongan sedang berada dalam fase penguatan internal organisasi secara menyeluruh. Beberapa aspek utama yang menjadi fokus perhatian dan prioritas pengurus saat ini meliputi masalah pendanaan, program kaderisasi, serta pemenuhan kebutuhan sarana prasarana, termasuk upaya pencarian lokasi sekretariat tetap bagi PD PII Lamongan.

Selain itu, Muhammad Aas juga menyampaikan progres administrasi dan persiapan kegiatan besar. “Saat ini kami sedang mengurus proses pendaftaran izin kelembagaan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Tidak hanya itu, persiapan untuk kegiatan pelatihan dan pendidikan kader yang akan dilaksanakan di Pamekasan juga sedang kami siapkan secara matang agar menghasilkan output kader yang berkualitas,” jelasnya.

Ia kembali mengingatkan kembali tujuan mulia berdirinya organisasi ini, bahwa PII hadir untuk mewujudkan kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam, bagi seluruh rakyat Indonesia bahkan bagi seluruh umat manusia. “Segala langkah dan kerja keras yang kami lakukan, kami dedikasikan sepenuhnya untuk kemajuan seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Pesan penting juga disampaikan oleh Perwakilan Ketua KB PII Lamongan, Drs. H. Darwoto, MM. Dalam sambutannya, beliau memberikan dukungan penuh dan semangat kepada para pelajar yang tergabung dalam PII. Beliau menegaskan bahwa keberadaan adik-adik pelajar Islam Indonesia di bawah naungan PD PII Lamongan harus senantiasa didukung, dibimbing, dan diarahkan agar dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat, berilmu, dan berakhlak mulia.

Momen yang sangat berkesan dan penuh makna sejarah disampaikan oleh Ustadz Mustaqim, M.Pd.I Beliau mengajak seluruh hadirin, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenang sejarah kelahiran organisasi ini. PII didirikan pada tanggal 4 Mei 1947. Pada masa itu, para tokoh pendiri memiliki visi dan pemikiran yang sangat jauh ke depan, yaitu menyatukan pelajar-pelajar Islam yang saat itu ada di lingkungan pesantren dan mereka yang bersekolah di sekolah umum, agar bersatu padu dalam satu wadah perjuangan. Sejarah ini menjadi bukti bahwa persatuan dan keberagaman adalah kekuatan utama yang telah dibangun sejak awal berdirinya PII.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tausiyah yang menyentuh hati dan membangun semangat juang para pelajar. Pemateri mengajak seluruh kader merenungi makna ujian hidup sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an. Beberapa ayat suci dijadikan landasan utama, di antaranya Surat Al-Insan ayat 2, Surat Al-Ankabut ayat 2, dan Surat Al-Ahzab ayat 72. Ketiga ayat ini dijelaskan sebagai bukti bahwa Allah SWT menguji manusia untuk melihat dan menguji seberapa tinggi derajat keimanan dan ketabahan hamba-Nya.

Selain itu, dikutip pula Surat Al-Mujadalah ayat 11 yang menjelaskan tentang kemuliaan dan derajat yang diangkat oleh Allah bagi orang-orang yang beriman dan berilmu. Berdasarkan landasan ayat-ayat suci tersebut, pemateri menyampaikan harapan besar kepada seluruh kader PII yang hadir.

“Jadilah pelajar Islam yang sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, karena ilmu adalah modal utama kita. Jagalah selalu ukhuwah atau persaudaraan antar sesama, jangan sampai terpecah belah. Beranikan diri tampil menjadi pemimpin di tengah-tengah umat, agar kita bisa memberikan uswah atau contoh teladan yang baik bagi lingkungan sekitar. Jadikan moto hidup kita: belajar, berjuang, dan beramal. Dan di balik semua usaha keras itu, jangan pernah lupa untuk selalu berdoa dan memohon pertolongan Allah SWT,” pesan tegas dalam materi tausiyah tersebut.

Kegiatan peringatan Harba ke-79 dan silaturahmi ini ditutup dengan doa bersama dan harapan agar PII ke depannya semakin kokoh, semakin bermanfaat, dan mampu melahirkan kader-kader pemimpin bangsa yang berpegang teguh pada nilai Islam dan kebangsaan, demi Indonesia yang maju dan sejahtera.

Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan