LAMONGAN LintasJatimNews – Halaman SMP Negeri 1 Pucuk menjadi saksi bisu khidmatnya peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada hari Senin (1/6/2026). Upacara bendera yang digelar sejak pagi hari ini berlangsung dengan penuh semangat nasionalisme, mempertemukan seluruh elemen aparatur sipil negara dan pelajar di wilayah Kecamatan Pucuk.
Bertindak sebagai Inspeltur / Pembina Upacara adalah Camat Pucuk, Nurul Misabah, S.H., M.M. yang memimpin jalannya prosesi upacara dengan tegas dan berwibawa. Ada yang menarik dalam pelaksanaan tahun ini, di mana seluruh petugas upacara merupakan para guru dari SMP Negeri 1 Pucuk yang tampil kompak dan sukses menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
Suasana upacara juga terasa semakin megah berkat iringan korps musik (korsik) dari murid-murid SMP Negeri 1 Pucuk yang membawakan lagu-lagu nasional secara harmonis.
Sinergi dan Keberagaman dalam Satu Barisan
Upacara ini dihadiri oleh ratusan peserta dan undangan penting. Di barisan peserta, tampak segenap Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) ASN se-Kecamatan Pucuk yang tampil rapi dengan seragam Korpri. Mereka bersanding harmonis dengan barisan murid SMP Negeri 1 Pucuk yang mengenakan seragam kebanggaan biru-putih.
Tak hanya itu, jajaran pejabat Forkopimcam dan tokoh masyarakat turut hadir memenuhi undangan. Tampak di panggung kehormatan di antaranya Kapolsek Pucuk, Danramil Pucuk, Sekcam, Korwil Bidang Pendidikan beserta UPT, Kepala Desa se-Kecamatan Pucuk, serta Kepala SD dan SMP Negeri se-Kecamatan Pucuk yang kompak mengenakan pakaian dinas PDH dan BKL.
Pancasila: Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia Dalam kesempatan tersebut, Camat Pucuk selaku Pembina Upacara membacakan teks pidato resmi dari Pembina Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Dalam amanat yang dibacakannya, ditegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk menjaga api Pancasila tetap menyala.
Tahun 2026 ini, tema yang diusung adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema ini menjadi pernyataan tegas bahwa nilai luhur Pancasila sangat relevan, tidak hanya untuk menjaga keutuhan Indonesia di tengah kepulauan dan ratusan etnik, tetapi juga menjadi jawaban atas ketidakpastian dunia global.
“Pancasila adalah ‘bintang penuntun’ dan ‘jangkar moral’ kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ucap Camat Pucuk saat membacakan pidato BPIP.
Dalam pidato tersebut juga disoroti peran aktif Indonesia di kancah internasional. Mulai dari pengiriman pasukan perdamaian PBB hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa terjajah sebagai wujud nyata sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Ajakan Menjadi Living Ideology
Di akhir amanat, Pembina Upacara menyampaikan pesan mendalam yang ditujukan khusus bagi generasi muda sebagai penjaga masa depan. Seluruh elemen bangsa diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology).
“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” pungkasnya di hadapan seluruh peserta upacara.
Upacara diakhiri dengan doa bersama dan foto bersama antrapejabat serta panitia, menandai suksesnya peringatan hari bersejarah ini di Kecamatan Pucuk.
Kontributor: M. Said









