LAMONGAN LintasJatimNews — Mengisi momentum Hari Tasyrik dengan kegiatan produktif dan religius, SMP Negeri 1 Pucuk menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban serta penyaluran ratusan paket daging kurban pada hari Sabtu (30/2026).
Ibadah kurban tahun ini bersumber dari sirkah (patungan) 14 orang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang berkurban 2 ekor sapi, serta sumbangan 1 ekor kambing dari alumni GTK.
Berikut adalah daftar para mudhohi (orang yang berkurban) sirkah sapi di SMP Negeri 1 Pucuk:
Sirkah Sapi 1, atas nama
- Bapak M. Said
- Bapak H. Ahsin
- Ibu Izzatul Lailla (atas nama Rizqi Ahmad)
- Bapak Nasih Muhtarom
- Bapak Arif (atas nama Ahmad Harun Al Rasyid)
- Bapak M. Sutrisno (atas nama Bapak MUKHSIN)
- Bapak A. Santoso
Sirkah Sapi 2, atas nama:
- Bapak Wiji Lestari
- Ibu Hj. Nur Sa’adah
- Ibu Manis
- Bapak Abdul Rohman (atas nama M. Ziyad Akbar)
- Ibu Siti Nurul Mualifah (atas nama Ali Akbar Al Afhami)
- Ibu Ambarwati
- Bapak Meizir
Prosesi Penyembelihan yang Khidmat dan Gotong Royong
Prosesi penyembelihan hewan kurban dipimpin langsung oleh guru agama SMP Negeri 1 Pucuk, Bapak M. Sutrisno, S.Pd.I. Saat penyembelihan dimulai, suasana mendadak khidmat dengan diawali bacaan basmalah, takbir, serta doa khusus untuk para mudhohi. Kumandang takbir bersama yang digelorakan oleh pengurus OSIS turut mengiringi jalannya penyembelihan.
Setelah itu, seluruh GTK secara gotong royong melakukan pengulitan, pembersihan isi perut, hingga pemotongan karkas. Tidak kalah cekatan, GTK perempuan (emak-emak) bersama pengurus OSIS bertugas melakukan penimbangan dan pengemasan daging. Suasana guyup rukun menyelimuti seluruh rangkaian acara yang berhasil rampung pada pukul 11.00 WIB.
Pembagian Daging dan Edukasi Karakter Murid
Panitia membagikan paket daging kurban secara proporsional. Para mudhohi yang berkurban mendapatkan bagian 4 kg, jajaran guru mendapatkan 3 kg, sementara masyarakat di sekitar sekolah serta siswa yang hadir mendapatkan paket seberat 2,5 kg.
Kepala SMP Negeri 1 Pucuk, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa ibadah kurban ini dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur para GTK yang telah menyisihkan sebagian rezeki mereka. Selain itu, pelaksanaan kurban di hari Sabtu yang masih masuk dalam Hari Tasyrik ini sengaja melibatkan murid, terutama pengurus OSIS, sebagai sarana pembelajaran langsung (contextual learning).
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para murid dapat mengambil pelajaran nyata tentang tata cara berkurban sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat sekitar.
Kontributor: M. Said









