Penutupan FORTASI Al Mizan Putra, Santri Diajak Jadikan Pondok Rumah Kedua dan Menjadi Pelajar Berdampak

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Al Mizan Putra resmi menutup rangkaian Forum Ta’aruf dan Orientasi Santri (FORTASI) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Sabtu (18/7/2026) di halaman Pondok Pesantren Al Mizan Putra Kampus 2.

Mengusung tema “FORTASI Gembira Berkarya”, kegiatan yang berlangsung selama sepekan sejak 13 hingga 18 Juli 2026 ini menjadi wahana bagi santri baru untuk mengenal lingkungan pesantren, budaya belajar, tata tertib, serta nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan yang menjadi identitas Pondok Pesantren Al Mizan.

Acara penutupan dihadiri Mudir Al Mizan Ustaz Mujianto, M.Pd.I., Kepala Kepengasuhan Putra Ustaz Husnul Aqib, S.Pd., dewan asatidz, panitia IPM, serta seluruh santri Pondok Pesantren Al Mizan Putra.

Ketua PR IPM Al Mizan Putra, Irsyad Misbahul, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama pelaksanaan FORTASI. Menurutnya, setiap kendala merupakan bahan evaluasi agar penyelenggaraan kegiatan ke depan semakin baik.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan, baik dari sisi teknis maupun penyajian acara. Semua itu menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk terus memperbaiki diri dan menghadirkan kegiatan yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Irsyad menjelaskan bahwa FORTASI bukan sekadar kegiatan orientasi, melainkan proses memperkenalkan kehidupan pesantren secara menyeluruh, mulai dari sistem pembelajaran, struktur kepengurusan, hingga membangun ukhuwah antarsantri.

“Melalui FORTASI kita belajar saling mengenal, saling menghargai, dan membangun kebersamaan. Itulah nilai terpenting yang ingin kami tanamkan kepada seluruh santri baru,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa tema “Gembira Berkarya” mengandung pesan agar para santri menjalani proses belajar dengan penuh kegembiraan sekaligus terus mengembangkan potensi dan kreativitas selama menempuh pendidikan di Al Mizan.

Momentum penutupan FORTASI tahun ini bertepatan dengan Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang mengusung tema “Resonansi Algoritma: Pelajar Berdampak.” Menurut Irsyad, tema tersebut mengingatkan bahwa pelajar Muhammadiyah harus mampu menghadirkan manfaat nyata melalui karya dan aksi yang berdampak bagi masyarakat.

“Pelajar hari ini bukan hanya pandai berbicara atau aktif berorganisasi, tetapi harus mampu menghadirkan aksi nyata yang memberi manfaat bagi orang lain. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Menurutnya, keberhasilan FORTASI tidak lepas dari pengorbanan panitia yang rela meluangkan waktu, tenaga, bahkan bergadang demi mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.

Sementara itu, Kepala Kepengasuhan Pondok Pesantren Al Mizan Putra, Ustaz Husnul Aqib, S.Pd., mengajak para santri baru untuk membangun pola pikir positif selama menjalani pendidikan di pondok.

“Mulai malam ini ubahlah pola pikir bahwa pondok bukanlah penjara suci, melainkan rumah kedua kalian. Di sinilah kalian hidup bersama sebagai sebuah keluarga besar,” tuturnya.

Menurutnya, seluruh elemen pondok, mulai dari ustaz, musyrif, pengurus kamar, IPM, hingga santri senior merupakan keluarga yang siap mendampingi para santri baru dalam menjalani kehidupan di pesantren.

Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman asal daerah para santri merupakan anugerah yang harus disyukuri. Perbedaan tersebut hendaknya menjadi sarana mempererat ukhuwah, saling mengenal, dan saling menguatkan.

“Walaupun berasal dari daerah yang berbeda-beda, kita adalah saudara seperjuangan dan saudara seiman. Jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan untuk saling membantu dan saling menguatkan,” pesannya.

Lebih lanjut, Ustaz Husnul mengajak para santri menikmati setiap proses pendidikan di pondok. Menurutnya, keberhasilan tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui perjuangan, kedisiplinan, dan kesabaran.

“Kalau ingin menjadi pribadi yang pintar, hafal Al-Qur’an, memahami ilmu agama maupun ilmu umum, maka nikmatilah prosesnya. Jangan menghitung berapa lama kalian di pondok, tetapi jalani setiap kegiatan dengan penuh keikhlasan,” ungkapnya.

Ia mengibaratkan seorang santri seperti pedang yang harus ditempa berkali-kali hingga menjadi kuat dan tajam. Demikian pula pendidikan di pondok bertujuan membentuk karakter, akhlak, dan kemampuan santri agar siap menghadapi masa depan.

Menutup arahannya, Ustaz Husnul mendorong seluruh santri aktif mengikuti berbagai kegiatan dan ekstrakurikuler yang tersedia sebagai sarana mengembangkan bakat dan potensi diri.

“Ikutilah seluruh proses ini dengan niat lillahi ta’ala. Semoga setiap lelah yang kalian jalani menjadi ibadah dan pada akhirnya mampu mengantarkan kalian menjadi anak yang saleh, berprestasi, serta mampu membahagiakan kedua orang tua,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya FORTASI 2026, para santri baru diharapkan semakin siap menjalani kehidupan di Pondok Pesantren Al Mizan Putra dengan semangat belajar, berkarya, berakhlak mulia, serta menjadi kader Muhammadiyah yang mampu memberikan manfaat dan dampak positif bagi umat, bangsa, dan persyarikatan.

Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan