DPRKPP Beri Klarifikasi atas Keluhan Penerima Rutilahu, Siap Evaluasi Pengawasan

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Menanggapi keluhan penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), perwakilan DPRKPP Kota Surabaya, Agro, menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan pada prinsipnya telah dilaksanakan sesuai prosedur, spesifikasi teknis, dan ketentuan yang berlaku. Meski demikian, pihaknya tetap terbuka terhadap masukan dari masyarakat dan akan melakukan evaluasi, termasuk terhadap pengawasan di lapangan.

“Kami memastikan pekerjaan sudah sesuai prosedur. Namun jika masih ada hal-hal yang menjadi perhatian penerima bantuan, tentu akan kami evaluasi kembali agar hasil pekerjaan semakin baik,” ujar Agro.

Terkait pagar rumah yang dipersoalkan, Agro menjelaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi, adik pemilik rumah sebelumnya telah memberikan persetujuan agar pagar dibongkar dan dijual sebagai barang rombeng untuk tambahan uang rokok pekerja. Menurutnya, persoalan tersebut diduga terjadi akibat miskomunikasi antara adik dan kakaknya.

Agro juga memberikan penjelasan terkait beberapa pekerjaan yang masih dipertanyakan penerima bantuan. Mengenai instalasi listrik, ia memastikan seluruh jalur listrik yang sebelumnya dibongkar karena proses pembongkaran plafon akan dipasang kembali.

“Instalasi listrik akan kami kembalikan secara utuh. Sebelumnya memang harus dibongkar karena pekerjaan plafon. Jalur kabel, fitting lampu, dan instalasi yang menjadi bagian pekerjaan akan kami pasang kembali,” jelasnya.

Sementara terkait kondisi lantai rumah yang masih berupa urugan, Agro memastikan penyelesaiannya masih menjadi bagian pekerjaan.

“Untuk lantai yang saat ini masih berupa urugan, nanti akan kami rapikan kembali levelnya sehingga hasil akhirnya lebih rapi,” katanya.

Sedangkan mengenai kolom praktis, Agro menjelaskan bahwa metode pekerjaan tersebut memang telah disesuaikan dengan perencanaan teknis dalam program Rutilahu.

“Kolom praktis memang dianggarkan berupa penyambungan atau suntikan dari ring balok lama, dengan tinggi kolom mengikuti bagian dinding yang ditinggikan. Jadi pelaksanaannya mengacu pada desain dan anggaran yang telah ditetapkan,” terangnya.

Sementara itu, penerima bantuan, Anil Rachman, mengaku mengapresiasi Program Rutilahu karena sangat membantu masyarakat. Namun, ia berharap ada keterbukaan informasi mengenai Rencana Anggaran Biaya (RAB), rincian volume pekerjaan, dan spesifikasi teknis agar masyarakat mengetahui apakah pekerjaan yang dilaksanakan telah sesuai dengan nilai kontrak.

“Saya hanya ingin mengetahui apakah pekerjaan yang dikerjakan sudah sesuai RAB, volume, spesifikasi teknis, dan SOP. Selama ini saya hanya menerima gambar denah rumah dan penjelasan volume secara global,” kata Anil.

Ia juga meminta penjelasan mengenai ketebalan cor ring balok, ketinggian dinding hingga ring gevel, metode penyambungan bata ringan, kejelasan penggantian kusen dan pintu kamar yang telah dibongkar, serta rincian item pekerjaan yang menjadi hak penerima bantuan.

“Kalau memang dalam RAB hanya penggantian pintu depan, seharusnya kusen dan pintu kamar yang masih layak tidak perlu dibongkar. Saya hanya berharap ada keterbukaan mengenai RAB, volume pekerjaan, dan spesifikasi teknis agar penerima bantuan mengetahui secara jelas apa saja yang menjadi cakupan pekerjaan,” ujarnya.

Menurut Anil, seluruh pertanyaan tersebut bukan untuk menolak bantuan pemerintah, melainkan agar pelaksanaan Program Rutilahu semakin transparan, akuntabel, dan sesuai dengan perencanaan.

“Harapan saya sederhana, pekerjaan benar-benar sesuai RAB, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, dan SOP, serta diawasi oleh tenaga ahli sehingga hasilnya berkualitas, aman, nyaman, dan layak huni sesuai tujuan program pemerintah,” pungkasnya.

(red)