LAMONGAN lintasjatimnews – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Lamongan. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan sekaligus Ketua Nadzir/Takmir Masjid Agung Lamongan, KH Abdul Aziz Choiri, wafat pada Jumat (25/6/2026) pukul 09.45 WIB.
Kabar wafatnya ulama kharismatik tersebut segera menyebar di berbagai kalangan masyarakat, tokoh agama, dan warga Lamongan. Ucapan belasungkawa serta doa mengalir sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum selama hidupnya.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kepergian KH Abdul Aziz Choiri menjadi kehilangan besar bagi umat Islam di Lamongan. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai sosok yang sederhana, teduh, dan penuh kebijaksanaan. Dalam menjalankan amanah sebagai Ketua MUI Kabupaten Lamongan, beliau senantiasa mengedepankan persatuan umat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi rujukan dalam berbagai persoalan keagamaan.
Selain memimpin MUI beberapa periode, almarhum juga mengemban amanah sebagai Ketua Nadzir dan Takmir Masjid Agung Lamongan. Di bawah kepemimpinannya, Masjid Agung tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat dakwah, pendidikan, pembinaan umat, dan berbagai kegiatan sosial keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Banyak tokoh masyarakat mengenang beliau sebagai ulama yang mudah ditemui, rendah hati, serta selalu memberikan nasihat yang menenangkan. Sikapnya yang mengayomi menjadikan beliau dihormati oleh berbagai kalangan, baik ulama, umara, maupun masyarakat umum.
Kepergian KH Abdul Aziz Choiri meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar MUI Kabupaten Lamongan, pengurus Masjid Agung Lamongan, serta seluruh masyarakat yang pernah merasakan keteladanan dan bimbingannya. Namun demikian, nilai-nilai keikhlasan, pengabdian, dan semangat dakwah yang telah beliau wariskan diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Kaum muslimin turut mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah Swt, segala khilaf dan dosanya diampuni, dilapangkan alam kuburnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Reporter Fathurrahim Syuhadi









