Gali Literasi Budaya di Pulau Dewata, SMPN 1 Pucuk Selami Filosofi Tari Barong dan Keris

Listen to this article

DENPASAR LintasJatimNews – Petualangan edukatif rombongan Outing Class SMP Negeri 1 Pucuk di Pulau Dewata terus berlanjut pada Minggu (14/6/2026). Usai menikmati rehat semalam dan sarapan di Hotel Bali Kuta Resort (BKR), rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd., bersama 20 orang guru pembimbing yang diketuai Arif Rahman Jauhari, S.Pd., M.Pd., langsung bergeser ke arena pertunjukan Sendratari Barong dan Keris untuk melakukan kegiatan literasi budaya.

Keseruan Literasi Budaya dan Interaksi Seni

Pertunjukan berlangsung sangat interaktif. Di sela-sela aksi panggung, para siswa diberi kesempatan emas untuk berfoto langsung dengan para pemain Barong. Tidak hanya menonton, rombongan SMP Negeri 1 Pucuk juga diajak aktif berlatih gerakan tari khas Barong. Suasana semakin bergelora saat seluruh rombongan menggemakan yel-yel khas sekolah mereka di dalam arena. Sebelum beranjak, para penonton menutup sesi ini dengan berfoto bersama berlatar belakang topeng Barong yang megah.

Mengenal Filosofi Tari Barong Bali

Berdasarkan informasi dari narotor Tari Barong, Tari Barong Bali merupakan pertunjukan sakral yang menceritakan pertempuran abadi antara kebajikan dan kejahatan. Barong, sebagai simbol kebaikan yang berwujud makhluk mitologis, bertarung melawan Rangda, sang ratu iblis simbol kejahatan.

Tarian yang diiringi musik gamelan ini menyajikan kisah yang dibagi ke dalam lima babak penuh nilai filosofis dan magis:

  • Pengantar (Pelelik): Dua monyet menari lincah di hutan bambu, menggambarkan suasana damai dan ceria.
  • Kemunculan Rangda: Sang Ratu Iblis menyebarkan teror dan sihir hitam kepada para pengikutnya.
  • Pertempuran Pertama: Barong muncul melindungi rakyat, namun kewalahan menghadapi kekuatan besar Rangda.
    *ntervensi Dewa: Pengikut Barong yang terkena sihir menusukkan keris ke tubuh sendiri, namun menjadi kebal berkat kekuatan gaib Barong.
  • Klimaks & Penyelesaian: Barong menggunakan kekuatan sucinya untuk mengalahkan Rangda dan mengembalikan kedamaian.

Secara mendalam, tarian ini menginterpretasikan konsep kepercayaan Hindu Bali, Rua Bineda. Konsep ini meyakini bahwa dunia selalu diisi oleh dua hal yang berlawanan namun tidak dapat dipisahkan (baik dan buruk), dengan pesan moral utama pentingnya menjaga keseimbangan hidup.

Kulineran dan Berlanjut ke Tanah Lot

Selesai melaksanakan agenda literasi budaya yang sarat makna, rombongan SMP Negeri 1 Pucuk melanjutkan perjalanan mereka menuju destinasi wisata ikonik, Tanah Lot. Namun sebelum tiba di sana, rombongan menyempatkan diri mampir ke pusat oleh-oleh Dewata untuk menyaksikan langsung proses pembuatan pie susu khas Bali, sekaligus menikmati santap siang bersama untuk mengisi kembali energi mereka.

Kontributor: M. Said