Pesona Melasti hingga Magisnya Kecak Pandawa: Siswa SMPN 1 Pucuk Selami Literasi Alam dan Budaya Bali

Listen to this article

BALI LintasJatimNews – Petualangan edukatif rombongan Outing Class SMP Negeri 1 Pucuk di Pulau Dewata terus berlanjut. Usai menyisir kawasan pegunungan Bedugul, sebanyak 165 siswa kelas 8 bergeser ke kawasan Bali Selatan untuk melakukan literasi alam dan budaya di dua destinasi pesisir ikonik, yaitu Pantai Melasti dan Pantai Pandawa, pada Sabtu (13/6/2026) mulai pukul 14.00 hingga 19.30 WITA.

Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk tidak sekadar berwisata, melainkan membedah nilai sejarah, geografi, hingga mahakarya seni yang melekat pada kedua destinasi tersebut.

Menelaah Kesakralan dan Geografi Pantai Melasti

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Pantai Melasti yang terletak di Desa Ungasan. Di sini, siswa belajar tentang latar belakang nama “Melasti” yang diambil dari ritual suci penyucian diri umat Hindu menjelang hari raya Nyepi. Bagi warga setempat, laut di pantai ini diyakini sebagai pusat penyucian alam semesta dan sumber air suci kehidupan (Tirta Amertha).

Selain nilai budaya, para siswa juga mengamati fenomena geografis pantai yang dulunya terisolasi di balik tebing karang tinggi ini. Mereka kagum melihat bagaimana bukit kapur raksasa dibelah secara presisi untuk membangun akses jalan modern, menjadikannya perpaduan yang indah antara rekayasa manusia dan kemurnian alam.

Menyibak Filosofi Sejarah di Pantai Pandawa

Puas mengeksplorasi Melasti, rombongan bergerak menuju Pantai Pandawa di Desa Kutuh, Badung. Pantai yang dulunya dijuluki “Secret Beach” karena aksesnya yang tertutup bukit kapur ini sukses memukau para siswa dengan gradasi air laut biru toska dan pasir putihnya yang halus.

Edukasi budaya di Pantai Pandawa terasa sangat kental saat siswa melintasi jalan masuk yang diapit tebing berundak. Di dinding-dinding tebing tersebut, mereka disuguhi pemandangan enam patung raksasa setinggi 5 meter, yang terdiri dari Lima Ksatria Pandawa (Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa) dan Ibu Kunti. Melalui pengamatan ini, siswa belajar mengenai filosofi tokoh Pandawa sebagai simbol dharma atau kebenaran dalam mitologi.

Klimaks Magis: Interaksi Internasional di Pentas Tari Kecak

Puncak dari rangkaian literasi budaya hari ini ditutup dengan pertunjukan Tari Kecak yang kolosal di tepi Pantai Pandawa. Duduk dengan latar belakang Samudra Hindia, para siswa hanyut dalam gemuruh paduan suara puluhan pria yang melantunkan irama ritmis “cak… cak… cak…” tanpa alat musik gamelan, mengiringi kisah epik penyelamatan Dewi Shinta oleh Pangeran Rama dan Hanoman.

Suasana pertunjukan berubah menjadi sangat meriah dan interaktif ketika perwakilan dari rombongan SMP Negeri 1 Pucuk beserta dua orang turis asing asal Malaysia mendapatkan kesempatan istimewa untuk naik ke atas pentas. Di hadapan ratusan penonton, mereka diajari gerakan menari Bali secara langsung oleh salah satu tokoh pemain tari tersebut.

Momen langka yang mempertemukan pelajar lokal dan wisatawan mancanegara dalam satu panggung kebudayaan ini spontan memicu gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorai riuh dari seluruh penonton yang memadati tribun.

Ketegangan drama tari api (fire dance) yang dipadukan dengan latar belakang matahari terbenam (sunset) jingga keemasan sukses menutup perjalanan hari kedua dengan memori yang tak terlupakan.

Rombongan Auting Class melanjutkan perjalanan ke Hotel Bali Kuta Resort (BKR) tempat bermalam dan beristirahat. Sebelum sampai hotel rombongan diajak menikmati sajian makan malam di Rumah Makan Guntal, Jalan Dharmawangsa, Kutuh, Kuta Selatan serta mampir belanja di Kresna

Kontributor: M. Said