YOGYAKARTA lintasjatimnews – Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW), Aman Suyadi menegaskan bahwa Hizbul Wathan memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya pendidikan bermutu di Indonesia melalui pendidikan karakter dan kegiatan ekstrakurikuler yang progresif.
Menurutnya, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan ekstrakurikuler telah terbukti mampu membentuk generasi yang jujur, mandiri, peduli sesama, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
“Hizbul Wathan bukan sekadar gerakan kepanduan, tetapi juga bagian penting dalam sistem pendidikan karakter bangsa. HW hadir untuk membina generasi muda agar memiliki kekuatan intelektual, spiritual, emosional, dan sosial,” ujar Aman Suyadi dalam keterangannya memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sistem pendidikan HW memiliki dimensi pembinaan yang luas, mulai dari Pandu Tunas Athfal usia 6-10 tahun, Pandu Pengenal usia 11-16 tahun, Pandu Penghela usia 17-20 tahun, Pandu Penuntun usia 21-25 tahun, hingga Pandu Kehormatan usia 25 tahun ke atas. Dengan cakupan tersebut, HW dinilai memiliki posisi strategis dalam mencetak kader persyarikatan, umat, dan bangsa yang berkarakter.
Aman Suyadi menambahkan, model pembinaan HW menitikberatkan pada pendidikan di luar kelas melalui pendekatan learning by doing. Kegiatan kepanduan dirancang untuk membangun tanggung jawab, disiplin, kepedulian sosial, kepemimpinan, keterampilan hidup, serta kecintaan terhadap lingkungan.
“Kegiatan HW tidak hanya mengajarkan teori kepanduan, tetapi juga membentuk karakter melalui praktik kehidupan sehari-hari. Perkemahan, latihan keterampilan, pengabdian masyarakat, hingga latihan kepemimpinan menjadi sarana pembentukan pribadi yang utuh,”
ungkap pria yang terpilih sebagai Ketua Umum dalam Muktamar ke-4 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Juli 2023
Tema Hari Pendidikan Nasional 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, menurut Aman Suyadi sangat relevan dengan gerakan kepanduan Hizbul Wathan. Sebab, pendidikan bermutu tidak hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga kemampuan sistem pendidikan dalam menghasilkan manusia paripurna yang kuat secara pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
HW, lanjutnya, selama ini telah bersinergi dengan pemerintah dalam membangun pendidikan karakter bangsa. Banyak kader HW yang terlibat aktif sebagai pembina, pelatih, maupun pendidik dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan masyarakat.
“Ketika pemerintah memiliki keterbatasan dalam pembinaan generasi muda, kader-kader HW hadir membantu mengisi ruang tersebut. Ini adalah bentuk nyata kontribusi HW bagi pendidikan nasional,” ujar .pria asalal Banyumas, Jawa Tengah ini .
Di era digitalisasi dan globalisasi, tantangan pendidikan semakin kompleks. Generasi Z menghadapi persoalan keterasingan sosial akibat dominasi dunia maya, maraknya hoaks, hingga lemahnya ketahanan mental dan spiritual. Dalam kondisi tersebut, HW dinilai menjadi solusi nyata melalui berbagai aktivitas luar ruang yang mampu memperkuat kebersamaan dan ketahanan karakter generasi muda.
“Perkemahan, latihan baris-berbaris, keterampilan hidup, dan aktivitas sosial menjadi media penting untuk membangun mental tangguh serta memperkuat hubungan sosial anak-anak muda di tengah kehidupan digital yang serba individual,” jelas mantan Wakil Rektor I di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan literasi informasi di era arus informasi yang sangat cepat. Dalam Undang-Undang Pandu HW Nomor 9 disebutkan bahwa kader HW harus bersikap teliti dan hemat, termasuk dalam menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong dan fitnah.
“Nilai teliti dan hemat menjadi filter penting bagi kader HW dalam menghadapi derasnya informasi digital. Kader HW harus mampu berpikir kritis dan bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi,” pungkasnya
Dengan peran tersebut, Aman Suyadi menilai Hizbul Wathan semakin relevan dalam menjawab tantangan pendidikan modern. HW bukan hanya gerakan kepanduan, tetapi juga mitra strategis dalam mewujudkan pendidikan unggul dan bermutu bagi generasi
Reporter Fathurrahim Syuhadi









