JAKARTA lintasjatimnews – Suasana konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta mendadak berubah haru ketika seorang warga Meruya Utara berinisial R nekat menerobos barisan pengamanan untuk mengadukan persoalan penutupan akses jalan menuju rumahnya kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Senin (12/5/2026).
Peristiwa itu terjadi di sela agenda konferensi pers gubernur. R yang tampak emosional sempat dihentikan petugas pengamanan dalam (Pamdal). Namun, Pramono langsung meminta petugas memberikan kesempatan kepada warga tersebut untuk menyampaikan keluhannya secara langsung.
Dengan suara bergetar dan menahan tangis, R mengaku akses jalan menuju rumahnya ditutup akibat pembangunan usaha di atas lahan yang disebut sebagai aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan sejumlah dokumen pendukung kepada gubernur.
“Pak, jalan rumah saya ditutup. Katanya untuk bangun usaha. Padahal itu tanah Pemda. Saya sudah lapor ke mana-mana, tapi belum ada solusi,” ujar R di hadapan gubernur.
Menanggapi aduan tersebut, Pramono langsung memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan pengecekan dan penanganan segera. Ia meminta koordinasi dilakukan dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat serta dinas terkait.
“Tolong data yang dibawa Ibu ini dicek dan ditanggapi segera. Koordinasikan dengan Wali Kota Jakarta Barat dan dinas terkait. Kalau benar tanah Pemda, tidak boleh ada yang menutup akses warga,” tegas Pramono.
Kasus tersebut menambah daftar persoalan sengketa lahan dan akses jalan di Jakarta yang kerap memicu pengaduan langsung masyarakat kepada kepala daerah.
Usai dari Balai Kota, R melanjutkan langkahnya dengan mendatangi Mapolres Metro Jakarta Barat untuk berkonsultasi terkait laporan polisi yang sebelumnya telah diajukan. Dalam pertemuan di ruang Kasubnit 2 Tahbang, ia mempertanyakan perkembangan penanganan laporan tersebut.
Kasubnit 2 Tahbang Polres Metro Jakarta Barat, Iptu Pol. Suryadi, S.H., mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman atas laporan yang diterima. Menurut dia, penyidik juga telah meminta keterangan dari pihak Kelurahan Meruya Utara hingga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat.
“Saya sudah ke lurah meminta keterangan, kemudian ke kantor wali kota. Namun saat itu wali kota sedang work from home sehingga belum sempat bertemu,” ujar Suryadi.
Jurnalis : Edo









