Talud Jatiprahu Longsor Digerus Arus, Babinsa Minta Warga Bantaran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan

Listen to this article

TRENGGALEK lintasjatimnews – Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah Trenggalek dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana pergeseran tanah dan ambrolnya plengsengan di RT 28 RW 05 Dusun Ngegong, Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Rabu (25/2/2026). Derasnya arus Sungai Ngegong yang meluap dan menggerus pondasi talud menjadi pemicu utama longsornya konstruksi penahan tanah tersebut, sehingga memicu kekhawatiran warga sekitar yang bermukim di bantaran sungai.

Peristiwa ambrolnya plengsengan terjadi setelah hujan turun hampir tanpa jeda sejak awal pekan. Debit air Sungai Ngegong meningkat signifikan dan menghantam bagian bawah pondasi hingga tak mampu lagi menahan tekanan arus. Material tanah yang labil mempercepat proses pergeseran, menyebabkan talud sepanjang kurang lebih 10 meter runtuh dan terbawa arus.

Menanggapi kejadian tersebut, Babinsa Desa Jatiprahu, Serka Marsudi, anggota Koramil 0806-08/Karangan, jajaran Kodim 0806/Trenggalek, segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan pendataan. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat ini merupakan bentuk respons cepat guna memastikan kondisi keamanan warga sekaligus memetakan langkah penanganan awal.

“Akibat derasnya arus sungai, plengsengan ambrol sepanjang kurang lebih 10 meter. Pondasinya tergerus air sehingga tidak mampu menahan beban tanah di atasnya,” ujar Serka Marsudi saat ditemui di lokasi kejadian. Ia menambahkan, meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, kerusakan tersebut berpotensi meluas apabila curah hujan tinggi masih terus berlangsung.

Selain melakukan peninjauan, Babinsa juga berkoordinasi dengan perangkat desa dan warga setempat untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta agar lebih berhati-hati, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam durasi lama. Langkah antisipasi dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko bencana susulan seperti longsor atau banjir.

Warga Dusun Ngegong mengaku khawatir jika hujan deras kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan. Mereka berharap adanya penanganan cepat berupa perbaikan darurat maupun penguatan kembali talud yang ambrol, agar tidak mengancam akses jalan maupun permukiman di sekitarnya. Beberapa warga juga mulai melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran yang masih tersisa di tepi sungai.

Pemerintah desa bersama aparat terkait di Kecamatan Karangan terus memantau perkembangan situasi, seiring prakiraan cuaca yang masih berpotensi hujan. Aparat TNI melalui Babinsa setempat mengimbau seluruh masyarakat Desa Jatiprahu untuk tetap siaga, tidak panik, dan segera melaporkan apabila muncul tanda-tanda pergeseran tanah atau retakan di sekitar rumah. Kesiapsiagaan dan sinergi antara aparat dan warga menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Trenggalek.

Reporter: feri