Tegaskan Prinsip Trisakti, IMM Jatim Ajak Pemuda Lakukan Adaptasi Cerdas Hadapi Hegemoni Pop

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Lamongan sukses menggelar diskusi budaya bertajuk “Bale Srawung Budaya: Melawan Hegemoni Pop, Menggali Akar Otentisitas Lamongan” di Aula Kampus ITB Ahmad Dahlan Lamongan, Jumat (30/1/2026).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPRD Lamongan H. Ujik Silvian Effendi, S.T., Kabid Budaya Disbudporapar Purnomo, Wakil Rektor 1 ITB-AD Evi, serta pegiat seni budaya Fattah Anshori. Turut hadir untuk memberikan penguatan ideologis dan arahan strategis kepada para kader, Ketua Bidang Seni Budaya dan Pariwisata DPD IMM Jawa Timur, Satria Putra.

Dalam penyampaiannya, Satria Putra membedah tantangan zaman melalui kacamata Hegemoni Antonio Gramsci. Ia menekankan kepada para kader bahwa gempuran budaya populer saat ini merupakan bentuk nyata dari soft power atau perang tanpa senjata yang mampu memengaruhi kesadaran generasi muda secara masif.

“Hegemoni pop ini menyasar pola pikir pemuda. Saya tidak menyerukan perlawanan total secara kaku terhadap modernitas, melainkan sebuah adaptasi cerdas,” tegas Satria saat memberikan penguatan kepada kader IMM Lamongan.

Ia menginstruksikan agar kader IMM mampu bersentuhan dengan budaya global tanpa melepaskan budaya lokal sebagai fondasi identitas. Hal ini dinilainya sebagai implementasi nyata dari prinsip Trisakti Bung Karno, yakni Berkepribadian dalam Kebudayaan.

Sebagai pimpinan DPD IMM Jatim, Satria mengapresiasi langkah PC IMM Lamongan yang konsisten mengawal isu kedaulatan budaya. Ia berpesan agar mahasiswa tidak kalah secara mental atau larut dalam arus budaya asing yang dapat menjauhkan mereka dari akar sejarah bangsa.

Menariknya, Satria tidak hanya memberikan penguatan secara lisan. Ia menunjukkan apresiasinya terhadap persembahan Karawitan kader IMM Lamongan dengan turun langsung bergabung memainkan instrumen tradisional tersebut.

Langkah ini menjadi simbol bahwa pimpinan IMM harus memiliki kedekatan nyata dengan kerja-kerja kebudayaan. Melalui momentum ini, Satria mengajak seluruh kader dan elemen pemuda di Lamongan untuk tetap melestarikan identitas daerah sebagai benteng di tengah arus globalisasi.

Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan