Kesombongan : Penghalang Kemuliaan Sejati

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Setiap manusia pasti mengalami pasang surut dalam hidupnya. Hari ini bisa jadi kita kuat, sehat, berkecukupan, bahkan dihormati banyak orang. Namun, esok atau lusa, keadaan bisa berubah.

Tubuh melemah, harta berkurang, jabatan hilang, atau kemuliaan sirna. Inilah hakikat hidup, bahwa ia bagaikan roda yang terus berputar ada kalanya di atas, ada pula saatnya berada di bawah. Karena itu, tidak pantas bagi manusia untuk berlaku sombong, sebab kesombongan hanya akan menjerumuskan pada kehinaan.

Allah Swt telah mengingatkan dengan firman-Nya “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18).

Ayat ini menegaskan bahwa kesombongan adalah sifat tercela yang sangat dibenci Allah. Sombong bukanlah tanda kekuatan, melainkan kelemahan hati yang lupa hakikat diri sebagai hamba.

Hakikat Sombong dalam Pandangan Islam

Sombong (takabbur) adalah sikap meninggikan diri dan merendahkan orang lain. Rasulullah Saw menjelaskan dalam sebuah hadis sahih “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat biji sawi (HR. Muslim).

Mendengar hadis ini, salah seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika seseorang suka memakai pakaian dan sandal yang bagus?” Nabi Saw menjawab “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”
(HR. Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa sombong bukanlah sekadar berpenampilan baik atau memiliki sesuatu yang indah, tetapi menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Maka jelas, kesombongan adalah penyakit hati yang sangat berbahaya.

Manusia sering lupa bahwa apa yang dimiliki sejatinya hanyalah titipan Allah. Kekuatan fisik, kecerdasan, harta, jabatan, bahkan keluarga dan sahabat adalah pinjaman sementara. Allah dapat mengambilnya kapan saja tanpa izin kita.

Imam Al-Ghazali pernah berkata: “Kesombongan hanyalah kebodohan, karena seseorang sombong dengan sesuatu yang bukan miliknya. Semua yang ada padanya hanyalah titipan, maka apa yang pantas disombongkan?”

Betapa tepat ungkapan ini. Manusia yang menyombongkan harta akan sadar ketika hartanya habis. Orang yang menyombongkan wajah atau fisik akan tersadar ketika usia menua. Yang menyombongkan jabatan akan sadar ketika ia tidak lagi berkuasa. Semua akan kembali pada hakikat kelemahan manusia.

Reporter Fathurrahim Syuhadi