LAMONGAN lintasjatimnews – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58.24 WIB. Gempa dangkal dengan mekanisme sesar naik (back thrust) ini memicu peringatan dini tsunami yang sempat membuat warga pesisir dievakuasi, dampak dirasakan luas di wilayah Flores dan sekitarnya, dengan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Melalui Lazizmu Muhammadiyah menginstrusikan kepada seluruh Jajaran Pimpinan untuk mengkoordinasikan penggalangan dana dalam rangka meringankan beban korban bencana di beberapa wilayah terdampak. Salah satunya yang dilakukan oleh SD Muhammadiyah 2 Babat, Jum’at (21/08/2026).
Ainul Yaqin, Guru Agama SD Muda Babat menuturkan Penggalangan dana ini sudah biasa di lakukan oleh warga sekolah SD Muda Babat, menyalurkan bantuan bukan sekedar donasi tetapi ada doa tulus agar warga yang terdampak diberikan kekuatan dan kesabaran. Momen seperti ini bagi anak-anak SD Muda Babat sudah dilakukan setiap hari Jum’at dengan progam Gemar Berinfaq, dengan tujuan agar anak-anak peka dan terbiasa mengulurkan tangannya untuk membantu sesama saudaranya yang kesusahan.
“Alhamdulillah Dana yang terkumpul untuk Korban Bencana Alam di NTT sejumlah 3.956.000.”pungkasnya.
Reporter : Ainur Rofiq









