LAMONGAN, lintasjatimnews — Pengajian JUMPA (Jumat Pagi) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat menghadirkan Dr. KH. Shodikin, M.Pd., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Jumat (21/8/2026). Pengajian rutin yang berlangsung di Masjid At-Taqwa, Tanggulrejo, Babat, Lamongan, tersebut dihadiri ratusan peserta.
Mengawali tausiyahnya, KH. Shodikin mengajak seluruh jamaah memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga dapat berkumpul dalam kegiatan pengajian JUMPA.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PDM Lamongan menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Pengajian JUMPA yang telah memasuki usia 26 tahun. Milad pengajian tersebut diperingati tepat pada 4 Agustus.
“Semoga Pengajian JUMPA semakin bertambah kemanfaatannya dan terus menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, ilmu, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar KH. Shodikin.
Selanjutnya, doktor lulusan Universitas Brawijaya Malang tersebut mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan Republik Indonesia yang pada tahun ini memasuki usia ke-81.
Menurutnya, kemerdekaan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari perjuangan berbagai elemen bangsa, termasuk umat Islam. Peran umat Islam dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan merupakan bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa.
Untuk memperkuat pesannya, KH. Shodikin mengutip Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah mengantarkan bangsa ini menuju kehidupan bernegara yang merdeka dan berdaulat.
Selain berbicara mengenai kemerdekaan, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan ini juga menekankan pentingnya pendidikan bagi rakyat Indonesia. Pendidikan, menurutnya, merupakan salah satu instrumen utama untuk meningkatkan kecerdasan sekaligus taraf hidup masyarakat.
“Pendidikan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan bangsa,” tuturnya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk mempersiapkan generasi yang hebat, tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki akhlak serta karakter yang baik.
Anak-anak, lanjutnya, harus diarahkan menjadi generasi yang berbakti kepada orang tua, agama, dan bangsa. Pendidikan keluarga dan lingkungan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter tersebut.
Dalam pengajian JUMPA kali ini, KH. Shodikin juga mengingatkan jamaah tentang pentingnya menjaga lima hal pokok dalam kehidupan. Kelima hal tersebut meliputi menjaga jiwa (nafs), menjaga harta (maal), menjaga agama (ad-din), menjaga akal, serta menjaga keturunan.
Lima hal tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga kehidupan manusia agar berjalan secara baik, seimbang, dan bermartabat. Menurutnya, kehidupan yang baik membutuhkan kesadaran untuk menjaga diri, keluarga, agama, harta, akal, serta keberlangsungan generasi.
Menutup pengajian, KH. Shodikin kembali mengajak jamaah memaknai momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai kesempatan untuk meningkatkan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Ia menekankan pentingnya mengambil peran sebaik-baiknya sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing. Setiap orang, menurutnya, dapat memberikan kontribusi bagi percepatan terwujudnya kehidupan masyarakat yang semakin maju, sejahtera, dan makmur.
“Marilah kita mengambil peran sebaik-baiknya sesuai profesi yang kita miliki, sehingga dapat memberikan kontribusi untuk percepatan kehidupan yang semakin makmur,” pesannya.
Pengajian JUMPA PCM Babat tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme. Kegiatan rutin ini sekaligus menjadi momentum memperkuat silaturahmi warga Muhammadiyah dan masyarakat serta menumbuhkan kesadaran untuk terus berkontribusi dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa.
Usai mengisi Pengajian Jumpa Kyai Shodikin meninjau RS Muhammadiyah Babat yang selesai dibangun dekaoan laintai. Beliau ditemani KH Muntholib Sukandar Wakil Ketua PDM Lamongan, Ketua PCM Babat H Arif Rahman Saidi dan jajarannya, MPKU PCM Babat dan jajarannya serta Direktur RSM Babat dr Erniek Saptowati MARS.
Reporter: Abdurrahim syuhadi









