SURABAYA LintasJatimNews – Komitmen peningkatan mutu pendidikan di wilayah Jawa Timur terus digenjot secara masif oleh BBGTK. Bertempat di Kampus Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya, gelaran akbar Training of Trainers (ToT) Calon Fasilitator Kelompok Kerja Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Pendidik Wilayah Provinsi Jawa Timur Tahap 2 resmi memasuki babak akhir setelah berlangsung intensif sejak tanggal 26 hingga 29 Juni 2026.
Pelatihan berskala provinsi ini diikuti oleh para pendidik terpilih yang didistribusikan secara proporsional ke dalam 4 kelas spesialisasi tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), di mana masing-masing kelas berisikan 13 peserta. Keempat rumpun tersebut meliputi Kelas Guru KKA, Kelas Guru Matematika, Kelas Guru IPA, dan Kelas Guru Bahasa Indonesia.
Secara khusus, Kelas Guru Bahasa Indonesia SMP mengintegrasikan 13 peserta terbaik yang merepresentasikan 13 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Keunikan dari kelas ini terletak pada komposisi pesertanya yang sangat komprehensif, memadukan berbagai unsur strategis ekosistem pendidikan, mulai dari guru pengampu mata pelajaran, kepala sekolah, hingga pengawas sekolah.
Sinergi lintas lini ini sengaja dibentuk guna memastikan hilirisasi program pembelajaran mendalam dapat berjalan linier dan mendapat dukungan struktural yang kuat di daerah asal masing-masing.
Selama tiga hari penuh, para peserta digembleng dengan serangkaian materi teoritis, metodologis, hingga praktis dengan total puluhan Jam Pelajaran (JP). Seluruh rancangan kurikulum dikemas secara integratif untuk mencetak fasilitator yang tidak hanya menguasai konten, tetapi juga piawai dalam menggerakkan komunitas belajar.
Adapun struktur kompetensi dan materi esensial yang berhasil diselesaikan oleh para peserta meliputi:
Kebijakan Kemendikdasmen & Pengembangan Kompetensi (A1 & A2 – 2 JP): Membedah arah kebijakan makro kementerian dalam transformasi pendidikan dasar-menengah, serta pemetaan jalur pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi pendidik.
Inkuiri Kolaboratif (B1 – 2 JP): Strategi pengelolaan, pemberdayaan, dan optimalisasi Kelompok Kerja (Pokja) guru agar mampu menjadi wadah pemecahan masalah pembelajaran secara kolektif.
Pola Pikir Bertumbuh /Growth Mindset (B2 – 2 JP): Penanaman prinsip psikologi edukasi agar guru mampu membangun ketahanan belajar murid, memandang kegagalan sebagai proses evaluasi, dan terus merefleksikan pendekatan mengajar yang variatif.
Pendekatan Pembelajaran Mendalam / Deep Learning (B3 – 3 JP): Menggeser paradigma menghafal menuju pemahaman konseptual yang mendalam, kontekstual, dan bermakna bagi kehidupan murid.
Pemanfaatan Media/PD serta Perencanaan & Asesmen (B4 & B5 – 6 JP): Teknik mengintegrasikan perangkat digital pendukung serta perancangan modul ajar berbasis asesmen autentik (awal, formatif, dan sumatif).
Penguatan Materi Esensial & Teknik Fasilitasi (B6 & B7 – 12 JP): Pendalaman materi krusial bahasa Indonesia berbasis literasi tinggi, dipadukan dengan teknik mendampingi (coaching), retorika fasilitasi, serta manajemen forum di daerah.
Evaluasi & Tindak Lanjut (C1 s.d C4): Meliputi tes awal-akhir untuk mengukur gain score kompetensi, refleksi harian, serta penyusunan program kerja riil pasca-pelatihan.
Meskipun materi yang disuguhkan tergolong padat dan menuntut konsentrasi tinggi, atmosfer di dalam ruang kelas Bahasa Indonesia senantiasa hidup, dinamis, dan interaktif. Pelatihan berlangsung dengan metode “santai tapi serius” yang dipandu dan didampingi langsung oleh Fasilitator Nasional, Susanto, S.Pd. Pendekatan andragogi yang diterapkan berhasil memicu keterlibatan aktif peserta dalam simulasi, diskusi kelompok, dan presentasi produk pembelajaran.
Memasuki malam ketiga, ketegangan akademis sempat terasa saat seluruh peserta serentak menyelesaikan tes akhir (post-test) untuk menguji penguasaan materi selama diklat. Agenda malam tersebut kemudian ditutup dengan sesi krusial, yakni penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Dokumen RTL ini menjadi jaminan bahwa sepulangnya dari Surabaya, 13 fasilitator ini wajib mengimbaskan ilmu yang didapat kepada musyawarah guru di kabupaten/kota masing-masing.
Rangkaian ToT Calon Fasilitator Tahap 2 ini dijadwalkan akan ditutup secara resmi pada hari Senin, 29 Juni 2026. Dengan lahirnya para fasilitator baru ini, mutu pembelajaran Bahasa Indonesia di Jawa Timur diharapkan mampu melompat ke arah yang jauh lebih mendalam, reflektif, dan berdampak nyata bagi murid.
Kontributor: M. Said









