Cafe Sawah Tingkatkan Kompetensi Tim Digital Lewat Pelatihan Bersama ORION

Listen to this article

MALANG lintasjatimnews – Tidak semua pelatihan harus kaku dan membosankan. Buktinya, ORION, kelompok praktikum PR 3 Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) datang bukan hanya membawa materi, tapi juga semangat kolaborasi dalam menghadapi tantangan dunia digital ke Cafe Sawah. Suasana yang terbangun siang itu terasa seperti kumpul santai, namun dengan bahasan yang berbobot.

Workshop yang bertemakan “Sosialisasi Optimalisasi Sosial Media” ini digelar dan dihadiri oleh 10 orang pengurus Cafe Sawah yang sebagian besarnya adalah pengelola sosial media. Mereka semua datang dengan semangat belajar dan penuh rasa ingin tahu. Tidak hanya belajar tentang algoritma atau strategi konten, peserta juga diajak untuk memahami bagaimana sebenarnya sosial media bekerja, dan bagaimana audiens dapat diajak “ngobrol” melalui konten.

Acara berlangsung dengan suasana yang cair. Peserta dibebaskan untuk bertanya, menyanggah, bahkan menceritakan pengalaman pribadinya. Hal tersebut menjadikan diskusi menjadi berkembang dengan lebih dalam.

Materi workshop meliputi banyak hal. Mulai dari pentingnya memahami insight dan engagement, cara memilih lagu viral untuk konten, jam-jam terbaik untuk upload, sampai tips memanfaatkan fitur ads dan kerja sama dengan influencer. ORION juga mengenalkan penggunaan aplikasi editing seperti CapCut serta penggunaan AI untuk pembuatan content plan.

Kegiatan ini sendiri merupakan bagian dari kelanjutan event “Wedhangan” yang digelar ORION pada 21 Juni 2025 lalu. Kali ini, fokusnya adalah memperkuat sisi digital dari branding Cafe Sawah agar bisa bersaing di tengah dunia pariwisata yang makin serba online.

Workshop ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian plakat dari ORION untuk pihak Cafe Sawah. Namun bagi semua yang terlibat, ini bukan akhir. ORION memastikan mereka tetap terbuka untuk diskusi-diskusi selanjutnya, agar proses pengembangan sosial media Cafe Sawah bisa terus berlanjut.

Kegiatan sederhana ini membuktikan bahwa kolaborasi mahasiswa dan pelaku lokal bisa benar-benar saling menguatkan. Tak perlu gedung besar atau alat mahal, yang dibutuhkan hanyalah ruang untuk belajar bersama, mendengarkan, dan bertumbuh. Dan itu semua terasa hangat di pendopo kecil milik Cafe Sawah hari itu.

(redaksi)