LAMONGAN lintasjatimnews.com – Lamongan Exportiva dibuka Bupati Lamongan Yuhronur Efendi untuk mendorong potensi ekonomi lokal. Kegiatan ini berlangsung di GOR Lamongan, Rabu (5/6/2024)
Pada acara yang akan berlangsung selama lima hari ini, terdapat pameran export Kabupaten Lamongan, bazar UMKM, serta klinik usaha dan layanan public. Dengan harapan dapat memberi stimulus bagi perkembangan dunia usaha di Lamongan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan Anang Taufik mengungkapkan pada pameran ini terdapat 100 stand yang diisi oleh pelaku industri, pelayanan publik, dan pelaku UMKM yang ada di Lamongan. Melalui berbagai stand yang tersedia, diharapkan mampu meningkatkan penjualan para pelaku usaha di Lamongan.
Lebih lanjut disampaikan Anang Taufik bahwa kita ada beberapa pelayanan yang juga membantu para pelaku IKM dan industri yang kemungkinan bisa support dalam rangka menaikkan nilai ekspor 2024. Kemudian juga kami ada pelayanan PTKDN dalam rangka penggunaan produk dalam negeri.
“Saya yakin pelaku IKM dan industri di Lamongan belum banyak yang masuk e-katalog LKPP, sehingga bisa mengikuti penyediaan barang dan jasa pemerintah,” jelas Anang Taufik.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasinya kepada para pelaku usaha di Lamongan, baik dari sektor industri maupun UMKM, yang telah mencatatkan capaian yang baik pada angka ekspor dan pertumbuhan ekonomi di Lamongan.
“Ternyata tidak sedikit nilai ekspor dari Kabupaten Lamongan. Ini sudah mencapai 96 triliun, luar biasa. Makanya kemarin saya mendapatkan penghargaan dari Ibu Gubernur karena capaian ekspor Kabupaten Lamongan ternyata lonjakannya cukup signifikan. Terima kasih kepada semuanya,” ucap Yuhronur
Lanjut Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bahwa Lamongan memiliki berbagai potensi ekonomi lokal yang perlu dilindungi, salah satunya dari sektor kuliner. Sebagai upaya melindungi aset ekonomi tersebut.
Ditambahkan bupati kelahiran Karanggeneng ini, Pemkab Lamongan telah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk beberapa produk kuliner asli Lamongan, di antaranya adalah merek Soto Lamongan, Pecel Lele Lamongan, Wingko Babat Lamongan, dan Sego Boranan Lamongan.
“Aset-aset yang tidak terlihat ini merupakan potensi bagi masyarakat Lamongan. Kalau sudah ada paten seperti sekarang, semuanya akan bisa lebih terkontrol, dan menjadi hak milik masyarakat Lamongan,” pungkas doktor jebolan Universitas Brawijaya Malang ini
Reporter Fathurrahim Syuhadi









