Gegap Gempita Ketika Ibu Ibu Muda Tanding Main Bola

Listen to this article

LAMONGAN lntasjatimnews.com – Rame dan heboh, begitulah kesan yang pas ketika ibu ibu muda yang sedang bertanding main bola di Watungkal Edupark Sendangagung (WES) Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur, Kamis 14/9/2023.

Kegiatan khusus ibu ibu wali murid dan ibu ibu Nasyiatul Aisyiyah (NA) ini diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sendangagung dalam rangka Pra Musyawarah Ranting (Musyran), Kamis-Jum at 14-15/9/2023.

Dra Haryati SPd, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Paciran membuka lomba ini dengan penuh harapan kegiatan ini mampu menyemarakkan Musyran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sendangagung yang akan digelar Jum’at, 22/9/2023 di SMPM 12 Sendangagung.

Nampak antusiasme ibu ibu peserta lomba bersaut sautan mendemonstrasikan yel yel mereka, satu sama lainnya tak mau kalah, sehingga membuat arena lomba kian rame gegap gempita oleh teriakan ibu ibu.

Yuslina Fera Zuhdi (ketua tim TK B) membakar semangat timnya dengan yel yel yang telah disiapkan, dengan suara lantangnya ibu tiga anak ini memekikkan yel yel yang disahut timnya;

Pasukan Cut Meutia… Siap..!
Satukan Suara… Hah..!
Kumpulkan Tenaga… Huuh…Hah..!
Siapakah Kita? Cut Meutia..!
Cut Meutia Tunjukkan Suaramu!
Kita dari team cut Mutia siap berlomba
Dalam acara pra Musyran NA tercinta
Kalah menang dalam berlomba itu biasa
Yang penting semangat siap jadi juara
NA Sendangagung “Perempuan berkemajuan” Team Cut Meutia “Istimewa”
Yes.

Begitu pluit dibunyikan tanda permainan dimulai gemuruh suara pemain dan suporter campur aduk hingga permainan terkadang dihentikan dan harus diulang karena suara panitia yang meskipun telah dibantu pengeras suara tidak cukup keras untuk menguasai arena.

Pertandingan memasukkan bola secara berkelompok dengan memperhatikan komando aba aba wasit ini akhirnya berakhir dengan kemenangan team ibu ibu wali murid TK (B) dengan kostum kaos merah dan jilbab hitam.

Wenti Sulfana salah satu pemenang lomba ini, mengaku sangat bangga dengan kerjasama timnya, sambil menghela nafas panjangnya karena habis lari mengoper bola, ibu satu anak ini berucap syukur, “tidak sia sia kita jalani latihan, dan strategi yang kita susun benar benar mampu memaksa lawan mengakui kemenangan tim kita”, ucapnya.

Ini bukan futsal atau sepak bola, permainan ini membutuhkan kekompakan tim dan fokus pada aba aba wasit, karena setiap peserta harus ikut perintah wasit,bola harus dibawa lari ke teman baris ke berapa harus ditaati pemegang bola, demikian dijelaskan Enis Fatin Supriadi, salah satu panitia lomba.

Reporter; Gondo Waloyo.