Semangat Harkitnas dan Swadesi Menggema di SMPN 1 Pucuk, Kepala Sekolah Ajak Siswa Bangkit di Era Digital

Listen to this article

LAMONGAN, LintasJatimNews – Suasana khidmat dan penuh semangat nasionalisme terasa di halaman SMP Negeri 1 Pucuk saat sekolah tersebut menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Rabu (20/5/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 430 siswa kelas VII dan VIII serta 60 guru dan tenaga kependidikan itu berlangsung tertib dengan nuansa khas kebangsaan yang kental.

Seluruh peserta upacara mengenakan pakaian batik sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya nasional sekaligus penanda pelaksanaan Pekan Swadesi yang berlangsung di bulan Mei. Sementara itu, petugas upacara dipercayakan kepada siswa-siswi pengurus OSIS yang menjalankan tugasnya dengan penuh disiplin dan percaya diri.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMP Negeri 1 Pucuk, Muhammad Said, menyampaikan amanat yang sarat makna kebangsaan dan refleksi sejarah. Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh warga sekolah untuk tidak memandang peringatan Hari Kebangkitan Nasional sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk membangkitkan kembali semangat persatuan, cinta tanah air, dan kemandirian bangsa.

“Pagi ini, di bawah langit 20 Mei 2026, kita berdiri bersama di lapangan SMPN 1 Pucuk. Kita berkumpul bukan sekadar untuk menjalankan rutinitas tahunan yang berulang. Kita berdiri di sini untuk menyalakan kembali api batin kita, merenungkan akar kebangsaan, dan menelusuri jejak-jejak emas perjuangan para pendahulu,” ungkapnya di hadapan peserta upacara.

Ia mengingatkan bahwa tepat 118 tahun lalu, bangsa Indonesia mulai menyalakan semangat persatuan melalui berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Momentum tersebut menjadi tonggak penting lahirnya kesadaran nasional untuk bersatu melawan penjajahan dan membangun bangsa yang merdeka serta bermartabat.

Menurutnya, nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu bangsa harus terus dihidupkan oleh generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama di era digital yang sarat pengaruh budaya luar. Karena itu, ia menegaskan pentingnya menanamkan karakter, rasa cinta tanah air, serta kebanggaan terhadap budaya dan produk bangsa sendiri.

Selain memperingati Hari Kebangkitan Nasional, upacara tersebut juga menjadi bagian dari penguatan semangat Hari Swadesi. Dalam amanatnya, Muhammad Said menjelaskan bahwa Swadesi bukan hanya tentang memakai produk dalam negeri, melainkan sebuah gerakan ideologis untuk membangun kemandirian bangsa.

“Swadesi adalah janji luhur kemandirian. Sebuah gerakan ideologis untuk Berdikari—Berdiri di Atas Kaki Sendiri—yang mengajarkan kita untuk mencintai, menggunakan, dan bangga terhadap apa yang dihasilkan oleh keringat bangsa sendiri,” tegasnya.

Tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menurutnya sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Ia mengajak para siswa untuk menjadi tunas bangsa yang tangguh, berkarakter, dan mampu menjaga identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi.

Dalam pesannya kepada siswa, Muhammad Said menekankan bahwa bentuk perjuangan masa kini tidak lagi mengangkat senjata, tetapi melawan berbagai sikap negatif yang dapat melemahkan masa depan generasi muda. Ia mengajak siswa untuk bangkit dari rasa malas, budaya instan, rendahnya kepedulian sosial, hingga sikap minder terhadap produk dan budaya bangsa sendiri.

“Kebangkitan hari ini adalah perjuangan batin yang nyata: bangkit dari rasa malas, bangkit dari sikap tidak peduli, dan bangkit dengan cinta tanah air dengan mengutamakan karya anak bangsa serta bangga akan budaya sendiri,” ujarnya penuh semangat.

Tak hanya kepada siswa, ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para guru agar terus menjadi pendidik yang inspiratif dan mampu membimbing peserta didik dengan pendidikan yang bermutu. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang unggul secara intelektual, kuat dalam karakter, serta memiliki jati diri kebangsaan yang kokoh.

Momentum peringatan Harkitnas di SMP Negeri 1 Pucuk tahun ini juga menjadi refleksi bersama bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, dan cinta budaya bangsa sejak dini.

Upacara berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan hingga selesai. Semangat nasionalisme yang terpancar dari para peserta diharapkan tidak berhenti di lapangan upacara saja, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari warga sekolah.

Dengan semangat Kebangkitan Nasional dan Jiwa Swadesi, seluruh warga sekolah diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi yang siap menjaga kedaulatan bangsa dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih mandiri dan berdaya saing.

Kontributor: M. Said