Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Sukseskan Sedekah Dusun Kesiman Sukoreno Prigen

Listen to this article

PASURUAN lintasjatimnews.com – Beberapa aparat TNI-Polri dan pemerintah desa tampak menyatu dalam kerumunan ratusan warga berebut puluhan tumpeng lengkap di area punden Sentono, dusun Kesiman, desa Sukoreno, kecamatan Prigen, kabupaten Pasuruan, pada Minggu (13/8/2023) mulai pukul 12.00 hingga 14.00 WIB.

“Pagi hingga siang ini kami melakukan giat pengamanan acara sedekah dusun Kesiman. Alhamdulillah pengamanan berjalan lancar. Panitia sudah berjalan tertata sesuai tugasnya masing-masing,” tegas Aiptu Triasmono selaku Bhabin Kamtibmas desa Sukoreno dari Polsek Prigen Pasuruan.

Triasmo mengaku sudah mengawal pengamanan kegiatan ini dalam dua tahun terakhir. Lanjutnya, di tahun ganjil (2023) selamatan biasa, namun tahun genap selamatan besar dengan arak-arakan dan pertunjukan.

Hadir pula Serka Rofik Usmanto, Bhabinsa Sukoreno dari koramil Prigen, yang kebetulan warga asli situ. Dia mengaku dari tahun ke tahun acara sedekah dusun ini bertambah rame. Panitia sudah mengantisipasi memeriahkan sekaligus menjaga keamanannya.

“Perayaan tahunan ini telah menjadi agenda wisata lokal, pernah dihadiri bupati Pasuruan, Gus Irsyad, dan anggota dewan DPRD Pasuruan utamanya saat even ancak (pawai) di tahun genap,” jelas Serka Rofik.

Lanjut Rofik, warga tumplek blek ke sini, bahkan seminggu sebelum acara para perantau asli sini pulang dengan membawa keluarganya dan temannya jadi ramai banget.

“Alhamdulillah, hubungan sinergisitas terjalin baik antara TNI-Polri, Pemerintah desa dan warga demi melestarikan tradisi yang sudah turun-temurun ini,” ungkapnya.

Senada dengan hal itu, Baron Efendi, carik (sekretaris) desa Sukoreno, mengaku tradisi ini sudah ada sejak mbah buyut dulu-dulu sebagai bukti rasa syukur atas rejeki yang diberikan Tuhan.

“Uniknya, dalam kegiatan ini warga setempat tidak tidak ikut kenduren (menikmati) aneka makanan yang diberikan. Murni sedekah dari warga dusun; Kesiman, Kesiman Mbuci dan Kesiman Candi, yang diperuntukan bagi warga di luar tiga dusun ini,” jelas pak Carik Baron sapaan akrabnya.

Lanjut Baron, rangkaian kegiatan sedekah dusun ini diawali malam sebelum hari H, para tokoh-tokoh adat dan sesepuh ngumpul di punden sentono ini, untuk melekan dan persiapan perayaan esok harinya.

“Puncak dari acara sedekah dusun Kesiman ini dipilih Malam Senin Pahing, setelah bulan Suro. Nyari hari malam senin pahing-nya, tanggalnya bebas. Namun perayaan tiap tahun beda, kalo tahun ganjil sedekah desa kecil-kecilan aja. Tapi sedekah besarnya di tahun ganep ada arak-arak disebut Ancak,” cerita Baron dengan antusias.

Ada pawai konvoi ancak, yakni mengarak aneka hasil bumi dibentuk gunungan, bentuk hewan, wayang, dll hasil kreasi masing-masing RT untuk diarak keliling jalan menuju punden Sentono.

“Di sini ini Sentono, pendopo untuk musyawarah antar warga tempat bertukar pikiran warga. Tepat ini cukup sakral ditandai adanya beberapa pepohonan besar berusia ratusan tahun, jenis Pohon purnama dan pohon buluh (sejenis beringin).

Warga meyakini untuk memotong atau memangkas pohon ini perlu ritual tertentu. Selain secara ekologis pohon ini mengeluarkan rembesan air,” jelas carik Baron Efendi.

Selain memiliki punden Sentono, di dusun Kesiman juga baru saja ditemukan candi, yang ditemukan oktober 2022, saat kerja bakti di pemakaman umum.

“Menurut penjelasan ahli arkeolog BPCB Jatim, dilihat motif candi dan patungnya diperkirakan difungsikan era Tunggul Ametung Singosari hingga masa Tri Buana Tunggadewi Majapahit. Semoga dua situs budaya ini menjadi destinasi wisata ke dusun Kesiman, desa Sukoreno, Prigen, Pasuruan,” harap pak carik muda ini.

Reporter: Zuhri