Hasil Tangkapan Rajungan Sepi, Nelayan Paciran Beralih Tangkap Rebon

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews.com – Musim tangkapan rajungan sudah sepekan lebih nelayan kecil Desa Paciran, Lamongan merasakan sangat sepi. Hasil tanggkapan yang diperoleh setiap melaut sangat minim, rajungan yang diperoleh berkisar antara 1 sampai 2 kilogram.

Kondisi demikian menjadikan nelayan kecil berpikir untuk mencari alternatif tangkapan lain, seperti mencari rebon atau ebi (udang kecil sebagai bahan pokok terasi). Dalam sepekan ini beberapa nelayan melakukan Miyang Nyontok (melaut dengan menggunakan alat tanggap sontok).

Sontok berbentuk segi tiga yang dibentang dengan pipa besi sepanjang 7 sd 8 meter, sedangkan kantong yang gunakan dari kain waring (kain dengan lobang kecil-kecil). Cara sontok beroperasi dengan ditenggelamkan di dasar laut, kemudian tarik pelan-pelan sesuai dengan ukuran kecepatan yang sudah diatur.

Jangkauan Miyang Nyontok tidak terlalu jauh dari daratan, biasanya kelihatan dari darat. Berangkat pagi pukul 06.00 WIB dan pulang sekitar pukul 12.00 WIB dengan perolehan tangkapan beragam tergantung musim. Hari-hari ini musim rebon sudah mulai, beberapa nelayan bahkan ada yang mendapatkan 6 kuintal.

Memasuki bulan Agustus biasanya rebon sudah mulai ada, sebagian nelayan sudah mencoba untuk Miyang Nyontok. Masuk pekan kedua Agustus sebagian besar nelayan Blok Babakan Gerong, Rembug Rukun, Sidodadi, dan Watu Bayang telah Miyang Nyontok karena musim rebon telah tiba.

Salah satu nelayan babakan Watu Bayang, Muhajirin, menyampaikan kepada reporter lintasjatimnews.com, “Sudah sepekan ini saya Miyang Nyontok, Alhamdulillah perolehan tangkapan rebon rata-rata antara 1 sampai 2 kuintal, harga rebon Rp 3.000 per kilogram basah,” katanya.

Muhajirin menambahkan, “Walaupun harga rebon belum naik atau masih seperti tahun-tahun lalu (2021-2022), setidaknya Miyang Nyontok sebagai alternatif yang bijaksana untuk tetap berusaha selain menangkap rajungan. Biasanya musim rebon di pertengahan bulan Agustus,” pungkasnya.

“Hari ini (13/8/2022) konco-konco nelayan mendapatkan hasil tangkapan rebon cukup bagus, rata-rata 2 kuintal sampai 1 ton. Saya sangat bersyukur, hari mendapatkan hasil tangkapan 5 rebon kuintal. Semoga harganya tetap stabil dan daya tampung untuk menjemur cukup,“ tuturnya.

Rebon hasil tangkapan nelayan kecil biasanya dijual kepada tengkulak atau pembeli hasil laut yang menjadi langganan nelayan masing-masing. Kemudian rebon dijemur di bawah terik panas matahari yang menyengat tujuannya supaya rebon menjadi sangat kering sehingga mudah untuk dijadikan ebi (bahan pembuat terasi).

Sebagian ibu-ibu nelayan biasanya menyimpan rebon yang telah menjadi ebi (rebon yang sudah kering) untuk dibuat terasi sendiri untuk oleh-oleh saudara, sanak kerabat, dan teman luar Desa Paciran.

Reporter: Efendy