Menarik Berwisata di Zyba Batik Sumberagung

Listen to this article

TUBAN Lintasjatimnews.com – Tuban memiliki wisata edukasi bagi masyarakat yang ingin menimba ilmu tentang batik. Adalah Wisata Batik Zyba, yang berlokasi di Dusun Morosemo Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang.

Disana, pengunjung akan dibekali pengetahuan tentang praktek membatik dan pengetahuan tentang sejarah batik mulai klasik hingga kontemporer. Termasuk arti batik, jenis batik, teknis pengerjaan, hingga filosofi batik itu sendiri.

Pemilik Wisata Batik Zyba, Hery Nurul Amaliyatun menceritakan, peserta yang ikut belajar membatik akan dilatih menentukan kreasi masing-masing. Hal itu tentunya bisa melatih kepekaan serta keseruan saat membatik, Selasa (03/01/23).

Begitu juga dengan yang dikatakan oleh salah satu pengunjung dari SDN Sumberagung 3, Tri Hastuti Nur Anggini, S.Pd. merasa terkesan dengan kegiatan membatik di Wisata Batik Zyba.

Bahkan wanita yang juga menjadi Kepala Sekolah di SDN Sumberagung 3 tersebut kedepannya akan membuat kegiatan membatik bersama ibu-ibu paguyuban sekolah dan siswa siswi di sekolahnya dengan mendatangkan pelatih dari Zyba batik.

Guru-guru yang hadir disanapun menjadi bersemangat untuk ikut melestarikan batik yang merupakan warisan budaya Indonesia karena di zyba batik memiliki ciri khas dengan motif yang menarik.

“Sebagai warisan budaya, batik telah dikenal lama di berbagai daerah. Batik tidak hanya dikenal dan popular di kalangan masyarakat Indonesia, tetapi juga terkenal di kalangan masyarakat dunia.

Batik mampu menembus pasar mancanegara, seperti Eropa, Asia, Australia, Amerika, dan Afrika. Maka kami guru SDN Sumberagung 3 siap melestarikan batik serta mengenalkan budaya batik kepada anak-anak didik kami,” kata Nasrullah Fatoni guru SDN Sumberagung 3 dengan bersemangat.

Ibu Kepala Sekolah dihadapan para guru menyampaikan bahwa SDN Sumberagung 3 dengan merangkul pembuatan batik ini, mencoba menerapkan salah satu dimensi profil pelajar Pancasila yaitu Berkebhinekaan Global.

Diharapkan nanti kedepannya murid-murid dengan dimensi profil ini tercetak seorang murid yang berbudaya, memiliki identitas diri yang matang, mampu menunjukkan dirinya sebagai representasi budaya luhur bangsanya, serta terbuka terhadap keberagaman budaya daerah, nasional, global.

“Hal ini dapat diwujudkan dengan kemampuan berinteraksi secara positif antar sesama, memiliki kemampuan komunikasi interkultural, serta mampu memaknai pengalamannya di lingkungan majemuk sebagai kesempatan pegembangan dirinya. elemen dan sub elemen dari dimensi Berkebhinekaan Global,” kata Bu Anggi.

Beliau menambahkan bahwa disini yang diterapkan adalah mengenal dan menghargai budaya. Dalam elemen ini berarti seorang murid mampu mendalami budaya dan identitas budayanya, mampu mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan dan praktiknya, serta mampu menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya.

Reporter: SE