LAMONGAN lintasjatimnews – Ruang Rawat Inap Kesehatan Jiwa Mentari Pagi Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Lamongan diresmikan. Sebagai upaya mengurangi stigma kesehatan jiwa yang seringkali masih tidak diprioritaskan dan dipandang sebelah mata, Selasa (6/9/2022)
Direktur RSM Lamongan dr Hj Umi Aliyah MKes menjelaskan nama Mentari Pag dipilih sesuai dengan semangat Muhammadiyah sebagai Penolong Kesengsaraan Umum (PKU). Untuk senantiasa memastikan harapan pemulihan dari gangguan jiwa hadir untuk semua orang
Lanjutnya, Paviliun Mentari Pagi berlokasi tepat di area depan RSM Lamongan sebagai upaya mengurangi stigma kesehatan jiwa yang seringkali masih tidak diprioritaskan dan dipandang sebelah mata. Sebagai dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) yaitu dr Era Catur Prasetya SpKJ yang merupakan
Umi Aliyah menambahkan ruang rawat inap jiwa Mentari Pagi dengan kapasitas 8 tempat tidur dan 1 ruang seklusi/isolasi. Paviliun Mentari Pagi di desain memperhatikan kebutuhan pasien psikiatri. Terdiri dari 2 bed per kamar, sofa untuk penunggu, kamar ber ac, taman yang tenang serta gemericik dari kolam air mancur tepat didepan ruang rawat inap sebagai implementasi konsep healing garden.
“Rawat inap jiwa dilengkapi dengan day care pelatihan okupasi untuk ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dengan aktivitas melukis, olahraga dan pelatihan barista kopi. Sehingga paska rawat inap perasaan berdaya ODGJ tumbuh untuk pulih kembali,” jelasnya
Ketua PDM Lamongan KH Shodikin dalam sambutannya berharap keberadaan ruang rawat inap kesehatan jiwa adalah jawaban dari solusi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.
“Hadirnya ruang rawat inap jiwa ini adalah bagian dari gerakan Muhammadiyah berkemajuan yang mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil’alamin”, tegasnya
Umorona Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Lamongan mewakili Bupati Lamongan dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada RSM Lamongan yang memberikan perhatian kepada kesehatan mental bagi warga Lamongan dan sekitarnya.
Hal ini, jelas Umorona selaras dengan kegiatan Tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat (TPKJM) Kabupaten Lamongan yang mempunyai tujuan mengendalikan dan memberikan pelayanan kepada ODGJ dengan lebih manusiawi.
Lanjutnya, Pemkab Lamongan mempunyai program inovasi di bidang kesehatan yaitu Program Lenyapkan Pasung Memanusiakan Pasien Jiwa (Lesung Si Panji) Lamongan yang meraih penghargaan sebagai yang terbaik dalam Kompetisi Kelompok Budaya Kerja (Siyakin) 2018 Jawa Timur.
“Lesung Si Panji ini merupakan program untuk memanusiakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Dari program ini lahir Kelompok Budaya Kerja (KBK) Komunitas Peduli Jiwa (Kopi Jala) di UPT Puskesmas Laren”, jelas Staf Ahli Bupati Lamongan ini
Umarona menegaskan penghakiman masyarakat terhadap ODGJ yang mengalami kesusahan bukanlah solusi atas masalah yang dihadapi. Kembali terhubung, memberikan ruang mendengar, dan membuka jalan untuk berinteraksi bersama akan menepis stigma dan membuka jalan menuju pemulihan ODGJ
“Untuk itu kami berharap Pemkab Lamongan akan berkolaborasi dengan RSM Lamongan sebagai contoh baik bagi daerah lain dalam memajukan pelayanan kesehatan mental dan jiwa di Lamongan dan sekitarnya,” pungkas mantan Sekretaris Dinas Kesehatan ini
Reporter : Fathurrahim Syuhadi








