Muharram Ceria Bersama Anak Yatim

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Dalam rangka memperingati tahun baru 1444 Hijriyah, Koperasi Syariah Ulyaa Amanatul Ummah Jawa Timur mengadakan program santunan anak yatim, Sabtu (6/8/2022)

Dengan tema Muharram Ceria Bersama Anak Yatim, Berdoa, berbagi dan bersilaturahmi. Sebanyak 77 anak yatim yang berdomisili di daerah Darmokali, Dinoyo, Ngagel dan Bratang juga dari Sahabat Mustahik diundang dalam kegiatan ini.

Acara diawali dengan ngaji bersama, membaca surat – surat pendek yang dipandu oleh ustadzah Mutamimmah, S.Ag. Beberapa orang anak yatim mewakili temannya mengaji di atas panggung.

Ketua Panitia Muharram Ceria Bersama Anak Yatim, Siti Yasika mengemukakan maksud diadakannya kegiatan ini yang berbeda dari tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, anak anak yatim diundang secara langsung sehingga tercipta silaturahmi.

Lanjutnya, undangan dan anak anak yatim yang hadir bisa berdoa bersama dan berinteraksi secara langsung, tentunya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Siti Yasika menambahkan, kegiatan ini juga mendapat kawalan secara langsung dari aparat Satpol PP Babinsa Wonokromo dan warga sekitar kantor Koperasi Syariah Ulyaa yang berkedudukan di jalan Darmokali 23 Surabaya

“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat perhatian banyak pihak, termasuk aparat Satpol PP Babinsa Wonokromo,” ujarnya

Sebagai pemberi tausiyah dalam kegiatan ini Ustadz Sulton S.Ag yang mengajar di Lembaga Kursus AlFalah Surabaya (LKF)

Mengawali tausiyahnya Sulton mengutip hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Aku akan bersama orang-orang yang mengurusi anak Yatim dalam surga.” Seperti inilah, beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah lalu beliau membuka sesuatu di antara keduanya. (HR. Bukhari)

Lanjutnya, kegiatan menyantuni anak yatim, membahagiakan mereka tidak hanya memperhatikan sisi fisik saja dengan kebutuhan pangan dan kebutuhan jasmani. Tetapi yang utama juga memperhatikan keimanannya yakni sisi rohani

Pada Kegiatan ini, Sulton memberikan semangat kepada adik-adik yatim yang hadir untuk rajin belajar,
mencontoh langsung dari suri tauladan terbaik, Rasulullah Muhammad Saw yang juga terlahir menjadi yatim. Beliau insan terbaik yang patut dijadikan idola.

“Adik-adik yatim juga harus tahu tokoh-tokoh Islam lain yang juga terlahir sebagai anak yatim,” ujarnya

Ia menjelaskan, diantaranya adalah Imam Syafi’i dan Imam Bukhari. Tokoh terakhir disebut selain yatim juga diuji oleh Allah dengan gangguan penglihatan di usia 2 tahun.

“Tetapi ketidaksempurnaan fisik beliau tidak menghalangi beliau untuk menjadi salah satu tokoh besar Islam,” ungkapnya

Dijelaskan salah satu panitia kegiatan Sulistyorini, sebelum acara ditutup, diberikan kepada adik-adik yatim tali asih berupa uang saku dan goodie bag berisi alat tulis dan kue.

Lanjutnya, teriring doa semoga kegiatan ini mendapatkan keridhaan Allah Swt. Adik-adik yatim mendapatkan keberkahan Allah dan donatur serta panitia penyelenggara mendapatkan balasan terbaik dari Allah Swt.

“Semoga di tahun mendatang bisa diselenggarakan kembali dengan jumlah anak yatim yang lebih banyak,” pungkas Sulistyorini

Reporter Fathurrahim Syuhadi